Page 25 - Kumpulan cerita anak
P. 25

bangku  Sasha,  seorang  anak  bernama Wulan  tampak  diam
           termangu.
               Wulan  tadi  juga  sempat  melihat  bahwa  Sasha  berbuat

           curang. Tapi mulutnya terkunci rapat, tidak berani menegur.
           Dia juga melihat bahwa Niken pun mengetahui kecurangan
           Sasha. Wulan berharap Bu Aisyah mengetahui hal ini, lantas
           menegur Sasha. Sayang sekali, tadi gurunya itu sedang sibuk

           memasukkan nilai ulangan IPA murid-murid ke buku besar.
               Sejak  dulu Wulan  sangat  mengagumi  Sasha. Temannya
           itu cantik, ramah dan datang dari keluarga kaya yang sangat
           dihormati  di  daerah  mereka.  Keluarga  Sasha  juga  terkenal

           sangat baik dan pemurah. Wulan ingat benar, betapa sedih
           dan  bingung  keluarganya,  tiga  bulan  yang  lalu.  Saat  itu,
           Bapaknya di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. Tapi
           Ayah Sasha menyelamatkan keluarga mereka dari kesulitan

           ekonomi. Bapak diberi pekerjaan baru, menjadi sopir pribadi
           Pak Darma, Ayahnya Sasha.
               “Mengapa Niken tidak menegur Sasha, ya?”pikir Wulan
           heran.  Tak  lama  kemudian,  sesuatu  terlintas  di  benaknya.

           “Hm, mungkin karena itu,” bisiknya kepada diri sendiri.
               Wulan menduga, Niken segan menegur teman sebangkunya
           itu, karena merasa berhutang budi kepada keluarga Sasha. Ia
           pernah  mendengar  cerita  dari  Bapaknya,  Pak  Darma  rutin

           memberikan  santunan  kepada  anak-anak  yatim,  termasuk
           Niken dan adik-adiknya. Berkat Pak Darma, anak-anak yatim
           yang tidak mampu di daerah mereka dapat terus bersekolah
           sampai saat ini.




           20                   10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30