Page 26 - Kumpulan cerita anak
P. 26

Selama  ini,  baik  Wulan  maupun  Niken  merasa  lebih
              berterima kasih lagi kepada Sasha. Anak yang kaya itu tidak
              pernah  berbicara  satu  patah  kata  pun  tentang  bantuan

              keluarganya  saat  mereka  di  sekolah.  Di  luar  sekolah  juga
              tidak. Tak ada teman lain yang tahu. Wulan, Niken, dan anak-
              anak lain yang seperti mereka, tidak perlu merasa malu atau
              rendah diri karena dibantu.

                                           ***

                  Hari demi hari berlalu. Wulan dan Niken merasa gelisah
              dan serba salah karena kecurangan Sasha terus berlanjut. Tiap
              kali  mereka  diberi  kesempatan  memeriksa  kertas  ulangan

              masing-masing, Sasha mengganti jawaban yang salah di kertas
              miliknya. Perbuatan curang itu tak kunjung ketahuan. Tak ada
              yang menyangka, bahwa Sasha bisa berbuat curang.
                  Pagi itu, Bu Aisyah masuk ke dalam kelas dengan wajah

              ceria.  “Anak-anak,  dua  minggu  lagi  akan  diadakan  lomba
              cerdas cermat antarkelas 5 di sekolah kita ini. Masing-masing
              kelas harus memilih satu orang untuk perwakilan,” ucap Bu
              Aisyah. “Sebenarnya Ibu sudah menyiapkan beberapa calon.

              Tetapi, kali ini Ibu ingin mendengar pendapat dari kalian.”
                  Seorang  anak  di  bangku  paling  belakang  mengangkat
              tangannya. “Dini saja, Bu. Dia kan yang sejak kelas satu selalu
              mewakili kelas untuk lomba,” usulnya.

                  “Wah, jangan Dini lagi, Dini lagi, Bu. Cari yang paling pintar
              saja. Saya usul Sasha, Bu. Akhir-akhir ini dialah yang sering
              dapat nilai tertinggi,” celetuk seorang murid bernama Iwan.





              10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015  21
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31