Page 27 - Kumpulan cerita anak
P. 27

“Ya, Sasha juga bagus sekarang,” gumam yang lain.
               Ternyata ada dua pilihan yang sama-sama kuat, yaitu Dini
           dan Sasha. Mereka pun sepakat untuk melakukan pemungutan

           suara seperti ketika memilih ketua kelas.
               Saat penghitungan suara, Dito, ketua kelas 5A membantu
           Bu  Aisyah.  Murid-murid  duduk  dengan  tenang  di  bangku
           masing-masing, menunggu dengan rasa penasaran.

               Ternyata,  yang  mendapat  suara  paling  banyak  adalah
           Sasha. Ini hal baru buat kelas mereka. Juga buat Dini, anak
           perempuan  berkacamata  yang  selama  ini  selalu  mendapat
           peringkat pertama di kelas.

               “Kok  Sasha  yang  terpilih,  ya?  Biasanya  kan  Dini,”  bisik
           seseorang dari belakang bangku Wulan.
               “Ssssttt..! Jangan keras-keras, nanti Sasha dengar,” balas
           Wulan sambil berbisik.

               Sedangkan  Dini,  Si  Juara  Kelas,  menarik  napas  dalam-
           dalam. “Harus bagaimana ini?” tanyanya dalam hati. Sungguh
           tidak enak rasanya, dikalahkan oleh anak yang tidak pernah
           mendapat  peringkat  tiga  besar,  seperti  Sasha.  Dadanya

           mendadak menjadi sesak, matanya terasa panas.
               Sementara itu, mendengar pengumuman Bu Guru, Wulan
           dan Niken jadi merasa gelisah. Saat jam istirahat dan kelas
           sudah  sepi,  mereka  berdua  menghampiri  bangku  tempat

           duduk Dini.
               “Seharusnya kamu yang dipilih mewakili kelas kita, Din,”
           ucap  Wulan  pelan.  Dini  hanya  tersenyum,  meski  hatinya
           terasa sedikit sakit. “Kamu kan sudah sering ikut lomba, pasti




           22                   10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32