Page 28 - Kumpulan cerita anak
P. 28

nanti enggak grogi. Kalau Sasha kan..,” Wulan menghentikan
              ucapannya dan kelihatan ragu untuk meneruskan.
                  Niken  merendahkan  suaranya,  lantas  berbisik  kepada

              Dini.  “Tahu  tidak?  Sebenarnya  Sasha  masih  banyak  salah
              waktu mengisi ulangan. Tapi, ia curang. Mengganti jawaban
              yang salah dengan jawaban yang di papan tulis.”
                  Dini terbelalak kaget. “Apa kalian melihatnya?” tanyanya

              gugup. Kedua temannya mengangguk.
                  “Aku khawatir, kalau Sasha yang maju lomba nanti kelas
              kita kalah. Tolong dong, kamu bilang ke Bu Aisyah. Selama
              ini  kamu  kan  murid  kesayangannya.  Kamu  sudah  banyak

              mengharumkan nama sekolah,” kata Wulan serius.
                  Dini terlihat bingung. Di satu sisi, ia ingin sekali terpilih
              lomba cerdas cermat seperti biasa. Tapi, tidak enak rasanya
              melaporkan keburukan teman kepada guru. Ia bukan anak

              yang suka mengadu. Bagaimana kalau nanti Bu Aisyah tidak
              mempercayai laporannya?
                  “Kami  bersedia  menjadi  saksi  bila  diperlukan,”  tambah
              Niken, seakan memahami keraguan Dini.

                  Dini  makin  bingung.  Ia  belum  pernah  melihat  Sasha
              berbuat curang. Dalam hati, ia ingin membicarakan masalah
              ini dengan Bu Aisyah. Tapi, yang paling membuat hatinya berat
              hanya satu hal. Dini masih ingat betul masa-masa pahit saat

              Ayahnya menderita sakit parah. Ayahnya yang bekerja sebagai
              tenaga pembukuan di kantor Pak Darma, harus dirawat sampai
              berbulan-bulan di rumah sakit. Di perusahaan lain, mungkin
              pegawai yang seperti itu akan dipecat atau dipotong gaji. Tapi




              10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015  23
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33