Page 29 - Kumpulan cerita anak
P. 29

gaji yang diterima Ayah Dini tetap utuh. Malahan, Pak Darma
           sering menghadiahi Ayah dengan obat-obatan herbal untuk
           mempercepat kesembuhannya.

               Dini teringat bagaimana tadi kegembiraan terpancar di
           wajah  Sasha.  Dini  tidak  mau  merusak  semua  itu.  “Biarlah.
           Mungkin kali ini tidak apa-apa. Biar Sasha senang,” pikirnya
           dalam hati. “Toh selama ini Sasha dan keluarganya juga sudah

           banyak membahagiakan orang lain.”
                                       ***

               Pagi-pagi sekali, Wulan dan Niken sudah datang di sekolah.
           Mereka begitu bersemangat untuk menyaksikan lomba cerdas

           cermat ini. Mereka segera naik ke lantai dua, yang sekarang
           sudah diubah menjadi semacam aula.
               Aula itu sehari-harinya adalah ruang kelas 5A, B, dan C
           yang saling terpisah. Jadi, di lantai dua itu sebenarnya hanya

           ada  sebuah  ruangan  yang  besar  dan  memanjang,  tetapi
           disekat menjadi tiga ruang terpisah yang sama besar. Setiap
           kali  dibutuhkan,  sekat  ruangan  yang  terbuat  dari  papan-
           papan kayu bisa dibongkar dengan mudah.

               Di  bagian  depan  aula,  disusun  tiga  meja  secara  sejajar.
           Masing-masing  mempunyai  sebuah  kursi.  Berhadapan
           dengan  tiga  meja  tadi,  terdapat  sebuah  meja  besar  untuk
           para juri. Sementara bangku-bangku penonton disusun rapi,

           memanjang ke belakang.
               Saat  mereka  berdua  sampai  di  dalam  ruang  lomba,
           beberapa bangku sudah terisi. Bangku-bangku yang berada di





           24                   10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34