Page 31 - Kumpulan cerita anak
P. 31

Wakil  dari  kelas  5B  dan  wakil  dari  kelas  5C  bersaing  ketat
           memperebutkan juara. Nilai mereka saling mengejar di papan
           tulis. Sedangkan Sasha tertinggal sangat jauh.

               Wulan,  Niken,  Dini,  dan  murid-murid  dari  kelas  5A
           tercengang.  Kelas-kelas  lainnya  sudah  mendapat  belasan
           poin. Sementara Sasha sama sekali belum mengangkat tangan
           untuk menjawab. Mereka bertiga hampir meneteskan airmata,

           karena  bisa  melihat  dengan  jelas  bahwa  Sasha  gemetar.
           Tangannya meremas ujung seragamnya. Keringat bercucuran
           dari dahinya. Ia terlihat gugup karena selalu tertinggal dalam
           menjawab.

               Aula yang dijadikan ruangan lomba kini dipenuhi dengan
           suara  berbisik-bisik.  Sementara  wakil  dari  kelas  5B  dan  5C
           menjawab pertanyaan dengan lantang.
               “Wah, kalau begini kelas 5A yang mendapat juara terakhir,”

           bisik seorang murid yang duduk di depan Wulan dan Niken.
               “Iya. Padahal kelas 5A itu kan, kelas unggulan,” tambah
           murid yang lain, sambil berbisik juga. Niken, Wulan, dan Dini
           yang duduk bersebelahan, saling berpandangan dengan sorot

           mata cemas. Mereka hanya bisa berdoa dalam hati.
               Para  juri  masih  memberikan  beberapa  pertanyaan  lagi.
           Sasha berhasil menjawab 3 pertanyaan dengan benar sebelum
           lomba ini berakhir. Tetapi, tentu saja itu belum cukup untuk

           menyaingi poin yang sudah didapatkan oleh kelas-kelas lain.
               Lomba pun berakhir. Para juri memberi selamat kepada
           ketiga  anak  yang  mewakili  kelas  mereka  masing-masing.
           Semua  tersenyum,  tapi  Sasha  terlihat  sangat  murung.  Dari




           26                   10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36