Page 9 - Kumpulan cerita anak
P. 9

Ayah kurang tahu, mungkin saja ada.”
               “Lalu, apakah ada guci dan koin emas di ujung pelangi?”
           tanyaku lagi.
               Ayah  tertawa  mendengar  pertanyaanku.    “Kamu  ini
           kebanyakan baca buku dongeng ya, ha ha ha….”

               Aku  mendengus  kesal.  Ayah  selalu  melenceng  dari
           pembicaraan.
               Suara klakson mobil terdengar dari luar. Di sana mobil

           jemputanku  menunggu.  Aku  menyalami  tangan  Ibu,  lantas
           bergabung dengan teman-teman menuju sekolah.
               Aku terus berpikir, kenapa tidak mencoba mencari ujung
           pelangi? Dengan begitu aku bisa membuktikan sendiri, apakah
           benar guci dan koin emas itu ada. Mungkin bisa mengajak

           Ferdi temanku untuk ikut serta.

                                       ***
               “Ferdi…! Tunggu!!” seruku pada Ferdi.
               “Eh,  Alfi,  ada  apa?”  tanyanya  keheranan  melihat  aku

           terengah-engah.
               “Begini, nanti sepulang sekolah kamu mau ikut aku nggak
           ke danau di dekat hutan sana?” tanyaku.

               Ferdi mengangkat satu alisnya, ”Mau ngapain ke sana?”
               “Pokoknya ada sesuatu yang menarik. Nanti juga kamu
           tahu,” kataku.
               Ferdi merasa penasaran, dan mengatakan ingin ikut.
               Waktu  terus  berlalu  dengan  cepat.  Mengubah  pagi

           hari  menjadi  siang  hari.  Udara  terasa  panas  seperti  ingin
           membakar  kulit.  Aku  mengelap  peluh  yang  mengucur  di



           4                    10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14