Page 11 - Kumpulan cerita anak
P. 11

“Hei,  dengar  ya?  Kata  Ayahku,  mungkin  saja  ada,”  aku
           berusaha menjelaskan.
               “Ayahmu bilang mungkin, bukan?  Mungkin itu artinya tidak

           benar-benar ada. Kamu itu sudah sembilan tahun kok masih
           percaya dongeng sih?” Ferdi malah ganti menceramahiku.
               Aku terdiam. Kali ini aku kehabisan kata-kata. Aku menarik
           nafas sebentar, lantas mulai bicara. ”Baiklah, tapi setidaknya

           kita bisa mencoba untuk membuktikannya, bukan? Lebih baik
           kita ke sana. Kalau tidak ada, ya sudah. Tapi bagaimana kalau
           dongeng itu ternyata ada?”
               Ferdi mulai terpengaruh. Ia mengangguk, “Baiklah kalau

           begitu. Ayo kita ke sana.”
               “Ya,  aku  juga  ingin  melihat  hutan  kembali,  dan  juga
           danaunya.  Sudah  lama  tidak  pergi  ke  sana.  Sebaiknya  kita
           berangkat sekarang, nanti keburu sore.” Aku tak sabar dan

           langsung berlari.
               Ferdi menyusulku sambil berteriak, ”Woi, tunggu aku!”
               Tak lama aku dan Ferdi sudah sampai di dekat hutan. Tapi
           sungguh aku heran. Semuanya kini telah berubah. Ya ampun,

           sudah  berapa  tahun  aku  tidak  pernah  lagi  ke  tempat  ini?
           Ternyata tempat ini sudah bukan lagi hutan. Aku terperanjat
           melihat pemandangan yang ada di depanku. Hutan ini  kini
           berganti  dengan  pabrik  besar.  Pohon-pohon  ditebangi,  dan

           hanya menyisakan sedikit pohon yang beruntung masih bisa
           bertahan hidup. Asap mengepul menuju langit dari cerobong
           pabrik.
               “Kok bisa jadi begini? Kemana pohon-pohon yang tadinya




           6                    10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16