Page 10 - Kumpulan cerita anak
P. 10

tubuhku. Menunggu Ferdi mesti dengan sabar. Dia memang
              selalu datang terlambat.
                  “Woi…,  ngelamun  ya!”  seru  Ferdi  seraya  menepuk

              pundaku.
                  Aku mendengus pura-pura kesal, “Lihat waktu dong! Telat
              dua puluh menit masih sempat-sempatnya bercanda, huh!”
                  Ferdi tertawa, “Wah, Alfi serem deh, kalau marah. Macam

              Ibuku saja kalau melihat aku pulang kemalaman.”
                  Pletak....
                  Aku geram dibuatnya, tanganku yang tak tahan berusaha
              menjitak kepala Ferdi. Ferdi menghindar sambil berteriak.

                  “Hayo, mau bilang apa lagi? Hmmm?!” kataku.
                  “Kau ini, macam emak-emak saja suka mengomel,” kata
              Ferdi nyengir.
                  “Woi, jadi mau dijitak lagi ya?” tanyaku sambil mengangkat

              tangan yang terkepal.
                  “Ampun deh!  Oh iya, kamu mau ngapain ngajak aku ke
              danau yang  di  dekat  hutan  itu?”  Kali  ini  giliran  Ferdi yang
              bertanya.

                  Aku  tersenyum  lalu  menjelaskan,  ”Kita  akan  mencari
              ujung  pelangi.  Kamu  tahu,  bahwa  di  ujung  pelangi  itu  ada
              banyak guci berisi koin em....”
                  Perkataanku terpotong. Ferdi tertawa terpingkal-pingkal.

              Memegangi perutnya yang terasa geli.
                  “Kamu  bercanda  ya?  Ujung  pelangi  dan  guci  emasnya
              itu  tidak  ada.  Itu  hanya  dongeng  saja,”  kata  Ferdi  sambil
              terkekeh.




              10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015  5
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15