Page 104 - Bahasa Inggris SMP KK A signed
P. 104
Kegiatan Pembelajaran 1
Zaman dulu istilah teks hanya dipakai untuk teks tertulis saja, namun konsep teks
dalam linguistik sistemik fungsional mengalami perkembangan yang mengacu
pada penggunaan bahasa tulisan maupun lisan. Dan ini menjadi dasar dari
pendekatan genre-based. (Fairclough, 1992; dalam Emi Emilia, 2011)
Pada dasarnya teks seolah-olah ‘terbuat’ dari kata-kata saja, tetapi sebenarnya
teks tersusun atas makna. Menurut Halliday, teks adalah satu “semantic unit”
atau kesatuan makna. Selanjutnya Halliday menggambarkan teks sebagai
berikut:
The language people produce and react to, what they say and write, and read
and listen to, in the course of daily life. … . The term covers both speech and
writing … it may be language in action, conversation, telephone talk, debate, …
public notices, ... intimate monologue or anything else (1975: 123).(Haliday
dalam Emi Emilia, 2011)
Selanjutnya hal yang menjadi pertimbangan adalah apakah serangkaian kata
atau sepenggal kata itu bisa dianggap sebagai teks atau bukan adalah makna.
Jadi sebuah teks tidak bergantung pada ukuran, panjang atau bentuk dari
bahasa itu, tetapi pada maknanya.
Contohnya sebagai berikut. Tulisan “STOP” yang sering kita lihat di jalan atau
tanda-tanda lain di tempat umum, seperti “ENTRY” atau “OUT”, bisa dikatakan
sebagai teks karena berada pada konteks situasi yang tepat, sehingga memiliki
makna yang utuh kepada pembacanya. Namun sebaliknya, satu paragraf dari
sebuah skripsi atau satu halaman dari sebuah novel, walaupun lebih panjang dari
kata “STOP”, tidak bisa dianggap teks karena tidak bisa memberi pemahaman
yang utuh kepada pembacanya. (Emi Emilia, 2011)
Contoh berikutnya, jika ada dua orang sama-sama berbicara tetapi masing-
masing berbicara semaunya dan ‘tidak nyambung’ (misalnya orang gila) maka
apa yang mereka katakan sulit disebut teks karena tidak terlihat hubungan
semantisnya. Demikian pula kalau kita menulis sepuluh kalimat lalu kita urutkan
kalimat-kalimat tersebut secara acak maka hasilnya sulit disebut teks sebab
membingungkan pembacanya. Kesimpulannya, teks dapat ditemukan dalam
bahasa dan media apa pun, sepanjang dapat dipahami.
12

