Page 27 - Bahasa Inggris SMP KK A signed
P. 27

Bahasa Inggris SMP KK A

                           kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan masalah.
                           Dengan berkembangnya kemampuan kognitif ini akan memudahkan peserta

                           didik menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga anak mampu
                           melanjutkan fungsinya dengan wajar dalam interaksinya dengan masyarakat

                           dan lingkungan.

                           c.  Perkembangan Sosio-emosional


                           Selain perkembangan karakteristik fisik dan kognitif peserta didik, yang tidak
                           kalah  penting  adalah  perkembangan  sosial-emosional  peserta  didik.  Sosio-

                           emosional berasal dari kata sosial dan emosi. Perkembangan sosial adalah
                           pencapaian  kematangan  dalam  hubungan  atau  interaksi  sosial.  Dapat  juga
                           diartikan  sebagai  proses  belajar  untuk  menyesuaikan  diri  dengan  norma-

                           norma  kelompok,  tradisi  dan  moral  agama.  Sedangkan  emosi  merupakan
                           faktor  dominan  yang  mempengaruhi  tingkah  laku  individu,  dalam  hal  ini
                           termasuk pula perilaku belajar. Emosi dibedakan menjadi dua, yakni emosi

                           positif dan emosi negatif. Emosi positif seperti perasaan senang, bergairah,
                           bersemangat, atau rasa ingin tahu yang tinggi akan mempengaruhi individu
                           untuk  mengonsentrasikan  dirinya  terhadap  aktivitas  belajar.  Emosi  negatif

                           seperti perasaan tidak senang, kecewa, tidak bergairah, individu tidak dapat
                           memusatkan  perhatiannya  untuk  belajar,  sehingga  kemungkinan  besar  dia

                           akan mengalami kegagalan dalam belajarnya.

                           d.  Contoh Perilaku yang Mencerminkan Moral


                           Perkembangan moral  dan  spiritual  peserta  didik  adalah  dua  hal  yang  tidak
                           dapat  dipisahkan  dari  kehidupan  kita  semua.  Demikian  pula  dalam  proses

                           pendidikan peserta didik baik itu di sekolah maupun di rumah.

                           Teori  Kohlberg  (1958)  telah  menekankan  bahwa  perkembangan  moral

                           didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap
                           yaitu:


                           1)  Tingkat Satu : Penalaran Prakonvensional

                               Penalaran prakonvensional adalah tingkat yang paling rendah dalam teori

                               perkembangan  moral  Kohlberg.  Pada  tingkat  ini,  anak  tidak



                                                                                                        15
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32