Page 23 - Buletin JPP Lmuharib'IIS Edisi Disember
P. 23

Ku termenung di jendela bilikku,

                 Semalam kulihat kegembiraan,                         Wabak
                                Hari ini,

                               Saat ini,
                               Detik ini,

              Ku rasakan semakin layu dan sunyi,
                  Seluruh kegembiraan bertukar
                              kedukaan,                             Covid

                     Jelmaan takut dan gelap


                     Kulihat sejenak dikaca tv,
                            Setiap detik,                          Secawan air tak dapat kuhirup,

                             Setiap saat,                        Kerana memikirkan bertapa seksa,
                             Setiap jam,                      Seksanya diluar sana mempertahankan

                             Setiap hari,                                         negara,
                 Rajah-rajah kenalkan kematian,                  Untuk melindungi ancaman wabak,
                     Terpampang di depanku,

                     Dalam hati menjadi gusar                  Coronavirus bukanlah sekadar jenaka,
                                                              Coronavirus pembawa seribu musibah,

                    Tidakku sangka ini terjadi,               Walaupun seni datangnya malapetaka,
               Kuhabiskan sisa hidupku ditempat                   Pudarlah gembira maraklah duka

                              berteduh,
              Kurasa hidup remajaku hanya di sini,                        Ya Allah ya tuhanku,

            Tiadalah penemanku selain keluargaku                Terlalu dahsyat musibahmu ya Allah,
                                                              Selamatkanlah kami dari malapetaka ini

                                                                                 ya Allah,
                                                                Tidakku sanggup melihat orang yang

                                                                           menderita ya Allah

















     NUKILAN: NURUL ASTTIZAH
     NAZWA BINTI DUIN, PPISMP,
     PAI 3
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28