Page 9 - Edisi 119 Agustus 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 9
KH Muhammad Said
Pencetak Ulama Sejati Kota Santri Malang
ROSULULLAH SAW me- lautan senantiasa mendoakan
wanti-wanti kepada para pengi- orang-orang yang mengajarkan
kutnya agar supaya dekat den- ilmu kepada manusia” (HR Tir-
gan para ulama, karena ulama midzi). Begitu banyak penjelasan
itu pewaris para Nabi. Seorang Al-Quran serta hadis Rosulullah
Sufi yang terkenal dengan SAW yang menginformasikan
sebutan Syekh Imam Hasan Al- seputar keutamaan orang yang
Bashori mengatakan:”Andaisaja berilmu (ulama).
tidak ada ulama, pasti manusia Karakteristik ulama pewaris
akan hidup seperti binatang’’. Nabi SAW di Nusantara di sebut
Siapa yang memulyakan ulama, dengan Kyai (Kanjeng Sunan).
sama dengan memulyakan para Oleh karena itulah para ulama
utusan Allah SWT. yang menebarkan Islam di selu-
ruh pelosok nusantara itu disebut
dengan para sunan. Jika dilihat
dari segi bahasa, Sunan itu berarti
orang-orang yang suka menghidup-
kan dan membumikan sunnah
Rosulullah SAW di bumi nusan-
tara. Sunan-sunan yang terkenal
di pulau Jawa disebut juga dengan
Al-Duatu Al-Tisah (Sembilan Dai).
Dengan kedalamaan ilmu spiritual-
nya, serta budi pekerti yang luhur
mengajak orang berbuat baik dan
o l e h : mencegah kemungkaran. Ulama-
Abdul Adzim Irsad ulama Al-Duatu Al-Tisah dengan
karakteristiknya kemudian dikenal
Ulama itu tidak mewariskan dalam bahasa Jawa dengan istilah
harta benda, tetapi mewariskan Wali Songo.
ilmu. Ilmu yang bermanfaat itu
hanya akan di miliki oleh para KH Muhammad Said
ulama. Orang tidak akan di- Ketapang.
katakan sebagai ulama pewaris Orang yang pertama kali mencium tangan tangan lembut Teringat dengan seorang
para Nabi SAW, jika hanya menceritakan tentang KH KH Muhammad Said Ketapang Tabiin yang bernama Said Al-
memiliki pengetahuan (ilmu), Muhammad Said adalah Buya berkali-kali, karena Buya Suyuti Bunani, ketika beliau bertemu
tetapi tidak memiliki khosyah Suyuti Dahlan Al-Marhum. nyantri di Ketapang cukup lama. dengan sahabat Anas Ibn Malik
(rasa takut kepada Allah SWT). Buya Suyuti adalah salah satu Dengan demikian, mencium tan- ra. Said Al-Bunani segera berge-
Orang yang memiliki ilmu santri dari KH Muhammad Said, gan KH Suyuti Dahlan seolah- gas mendekati dan mencium
derajatnya memnag tinggi di sisi sekaligus pengasuh Pondok oleh mencium KH Muhammad tangan sahabat Anas Ibn Malik ra.
Allah SWT, jika orang tersebut Pesantren Nurul Ulum Kacuk- Said Ketapang. Said-pun menjelaskan:” karena
mengamlakan ilmunya. Rosu- Kebonsari-Malang. Walaupun Perlu di ketahui, KH Muham- tangan sahabat Anas Ibn Malik
lullah SAW bersabda:”keutamaan saya tidak pernah nyantri kepada mad Said Ketapang itu pernah ra pernah bersentuhan dengan
orang ber-ilmu atas orang ahli KH Muhammad Said, minimal nyantri kepada Mbah Hasyim tangan Rosulullah SAW”.
ibadah bagaikan keutamaan- sedikit banyak pernah belajar Siwalan Panji-Sidoarjo, di Mbah Kebetulan saya pernah dekat
Ku atas kalian semua (sahabat). kepada Buya Suyuti Dahlan Hasyim Asaary juga pernah sekali dengan beliau. Kedekatan
Sesunguhnya Allah SWT dan walaupun informal, dan juga nyantri kepada Mbah Hasyim itu saya pergunakan banyak
para malaikat serta penduduk pernah mencium tangan beliau. Siwalan Panji. ( KH Abdullah bertanya seputar ulama-ulama
langit dan bumi, bahkan bina- Penulis juga yakin seyakin- Fakih Malang, santri KH Ar- Malang Raya, sehingga lumayan
tang semut yang berada dalam yakinya, bahwa tangan lembut wani Kudus, sekaligus kerabat banyak informasi seputar yang
lubangnya, bahkan ikan di dalam Buya Suyuti Dahlan pernah dari KH Suyuthi Dahlan.) kudapatkan. (Bersambung)
Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 119 / Agustus 2014 / Thn: 07 9

