Page 15 - Edisi 141 Juni 2016 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 15

Psikologi  Parenting                                                         Diasuh oleh: Muhammad Mahpur




                                                                                      Dosen Psikologi UIN Maliki Malang










         APA makna ramadhan bagi orang tua   mengasyikkan manakala situasi pragmatis   kesempatan mengelola peran berbagi dalam
        muslim guna melengkapi tugas perkembangan   berpuasa dialami bersama orang-orang yang   berjamaah. Anak bisa belajar mengalami
        anak? Pertanyaan itu perlu dijawab untuk   dicintai, bisa keluarga, atau teman-teman.   arti keagamaan dari berbagai sudut pandang,
        membantu para orang tua memaksimalkan   Kalau di kampung pengalaman ini dapat   tidak hanya sebagai subyek pasif. Oh, saya
        tugas perkembangan anak, khususnya di   ditemui di musholla atau masjid. Anak-anak   menjadi sadar, peran bilal bisa asing bagi
        perkembangan keagamaan. Bagaimana   menemukan rasa berkolaborasi melalui   anak ketika melihatnya di musholla atau
        caranya? Perkembangan jiwa keagamaan   aktifitas pujian bersama, mengaji bersama,   masjid saat berjamaah, tetapi peran itu
        anak perlu dibedakan dengan orang dewasa.   takjil bersama, dan aktifitas budaya seperti   ternyata bisa dialaminya sendiri. Di situlah
        Anak berkembang jiwa keagamaannya masih   ronda untuk membangunkan penduduk   anak menjadi tidak asing dengan agamanya.
        bersifat pragmatis berdasarkan penalaran   makan sahur.                   Kegiatan ini dapat diperluas dalam aksi-
        pra-operasional yakni memahami agama   Kolaborasi  dapat difungsikan  untuk   aksi sosial bersama teman-teman sebaya.
        sebagaimana berpikir ala anak-anak, biasanya   meningkatkan partisipasi dalam beberapa   Kesempatan yang baik untuk musholla dan
        dalam bentuk penggambaran khayal dengan   peristiwa kecil tapi penting. Saya pernah   masjid mengintegrasikan anak-anak dalam
        simbol nyata.                       melihat di suatu musholla ada anak yang   kegiatan ramadhan, baik ubudiyah formal
         Untuk  meningkatkan  kualitas  tugas   adzan sebagai panggilan sholat isya’ dan   maupun sosial. Untuk itu, ramadhan dengan
        perkembangan keagamaan anak, apalagi                                    sifat ibadah yang tidak hanya personal tetapi
        bertepatan dengan bulan ramadhan, orang tua                             ada situasi-situasi bersama, maka peran
        dapat memanfaatkan dan memaksimalkan                                    edukatif untuk anak dapat menjadi peluang
        bentuk-bentuk pembelajaran sosial. Pem-                                 semakin terasahnya jiwa sosial-emosional
        belajaran sosial adalah penerimaan cara                                 anak. Anak-anak bisa didelegasikan membawan
        beragama bukan karena pemahamaan terhadap                               uang amal ketika ke masjid, diajak latihan
        sebuah kewajiban tetapi penerimaan pe ngamalan                          berderma ke orang yang memerlukan perhatian,
        keagamaan anak yang lahir dari kegiatan                                 memberi dan berbagi. Kesempatan ini dapat
        pembiasaan dan meniru orang lain yang ada                               dikembangkan di pesantren kilat, bisa juga
        di sekitarnya. Kadang menjadi sulit memerintah                          di masjid atau sekolah. Bukan hanya anak
        anak sholat dan puasa karena itu bukan                                  diberi buku monitoring yang sifatnya ubudiah
        kebutuhan suka cita anak. Anak-anak akan                                formal seperti mencatat kultum dan meminta
        senang jikalau pengamalan ramadhan identik                              tanda tangan siapa imam tarawih tetapi proses
        dengan sukacita karena dia bertemu dengan                               partisipasi aktif anak tidak diberi ruang dalam
        pengalaman yang sama bersama dengan orang   menjelang tarawih dan disertai puji-pujian.   kerja-kerja ramadhan.
        lain. Perbuatan puasa dan berbagai amalannya   Saat kecil dulu di kampung, saya juga   Anak diberi kesempatan belajar
        menjadi lebih terjiwai oleh anak ketika anak   mempunyai peran seperti itu secara bergantian   berkolaborasi di mana spirit ramadhan
        merasa senang jika orang lain (sebayanya)   dengan teman-teman saya. Bahkan saya   akhirnya adalah ibadah yang juga berdimensi
        juga memiliki pengalaman yang sama.   sempat adzan dengan berkolaborasi (sekali   sosial-emosional. Jika hanya difokuskan
         Anak memiliki kecenderungan pro-aktif   adzan tetapi bergantian dengan salah satu   pada dimensi-dimensi personal dan kognitif,
        ketika mengetahui sebayanya memiliki   teman saya). Partisipasi seperti ini perlu   anak hanya kembali diajari sebagai anak
        pengalaman yang sama. Menimbang hal   ditingkatkan sebagai salah satu edukasi   yang pasif dan lagi-lagi belajarnya semata
        itu, puasa dapat dijadikan sebagai bagian   kepemimpinan. Anak diberi peran pada   bersifat pembelajaran kognitif saja. Padahal
        dari praktik perkembangan keagamaan   praktik-praktik ubudiyah. Aktifitas menarik   di sekolah setiap hari sudah didominasi cara
        dengan memaksimalkan “pengalaman    yang saya terapkan ketika jamaah tarawih   belajar berorientasi akademis. Saatnya
        berkolaborasi.” Sebuah pengalaman yang   bersama keluarga, saya memberi peran anak   ramadhan menemani anak berpuasa melalui
        mengutamakan kolektifisme (berkerumun,   perempuan yang berusia tiga belas tahun   kegiatan berkolaborasi dengan anak yang
        berkelompok, atau bersama-sama dalam   sebagai bilal, ternyata ini memberi kesempatan   menjadikan anak sebagai subyek sosial
        suatu kegiatan positif) yang dikemas untuk   melatih peran sosial yang mengejawantah   yang aktif, bukan pasif.
        anak-anak. Ramadhan bagi anak-anak menjadi   pada sholat berjamaah. Anak mempunyai   Selamat menunaikan ibadah puasa.


            Redaksi menerima pertanyaan dari jamaah, donatur, muzaki dan sahabat Sabilillah yang berkaitan dengan permasalahan -permasalahan
           keagamaan atau ibadah, kesehatan maupun psikologis parenting. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor-nomor SMS centre yang ada, melalui
            web http://sabilillahmalang.org, akun FB dan email: lazissabilillah@gmail.com atau diserahkan secara langsung ke kantor masjid
                                                Sabilillah setiap hari pada jam kerja.


                                                                                              Majalah Komunitas Sabilillah   15
                                                                                           Edisi 141 / Juni 2016 / Thn: 07
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20