Page 16 - Edisi 141 Juni 2016 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 16
STRATEGI DISTRIBUSI ZAKAT FITRAH
LAZIS SABILILLAH
ZAKAT merupakan salah satu binaan LAZIS Sabilillah, yakni
kewajiban yang wajib ditunaikan keluarga anak asuh dan Fisabilillah.
bagi umat Islam. Selain untuk Seperti para imam-imam langgar
membersihkan harta, zakat juga mushala, guru TPQ, para pekerja
memiliki fungsi sosial, ini dapat di masjid. Bagian ini akan
dilihat dari penyaluran distribusi mendapatkan 25 kg/orang.
zakat yang mencakup delapan Paket dua adalah beras yang
asnaf yaitu : fakir, miskin, amil, diberikan kepada pengajuan
mualaf, riqab, fisabilillah dan ibnu lembaga sosial. Seperti panti
sabil. asuhan, tunanetra, panti jompo.
Kedelapan golongan ini secara Ini akan diberikan porsi 25 – 50
syara’ adalah orang yang berhak kg/lembaga. Paket dua me-
menerima zakat. Hal ini merupakan ngutamakan lembaga sosial di
salah satu upaya Islam dalam luar Kota Malang.
mengentaskan kemiskinan. Paket tiga, adalah distribusi
Geliat zakat biasanya terlihat beras yang diberikan kepada warga
meriah ketika dalam bulan miskin di lingkungan terdekat
Ramadhan. Maka bulan Ramadhan Masjid Sabilillah. Paket ini adalah
disebut juga bulan zakat di mana Proses penerimaan zakat selalu diakhiri dengan pembacaan sebesar 2,5 - 5 kg per orang dan
umat Islam berbondong-bondong doa keberkahan zakat. penyalurannya melalui agen –agen
menyalurkan zakatnya, khususnya Distribusi zakat fitrah sepertinya di lakukan LAZIS dengan zakat sosial yang berada di wilayah
zakat fitrah (zakat jiwa) tempat mudah dilakukan siapa saja. Tinggal fitrah? sekitar masjid.
penerimaan zakat itu berada. bagi rata selesai. Namun tidaklah LAZIS telah merencanakan Secara umum penyaluran beras
Di sisi lain komunitas, kelompok demikian yang dimaksudkan distribusi zakat fitrah sejak awal fitrah LAZIS Sabilillah dibagi
, organisasi, lembaga, instansi, pendistribusian zakat. Zakat bulan Ramadhan yakni mendata dua bagian yaitu penyaluran
lembaga pendidikan swasta negeri, diharapkan mampu memberikan siapa saja mustahik yang berhak langsung. Yakni, penyaluran yang
masjid, mushala, pondok pesantren, manfaat pada penerimanya dalam menerima zakat fitrah dan ba- langsung diterima mustahiq pada
lembaga sosial, hingga pada RW jangka panjang. gaimana teknis pen dis tribusiannya hari tersebut. Besaran penyaluran
atau RT dan lain sebagainya. Begitu juga zakat fitrah. Seperti hingga sampai pada mustahik serta ini adalah paket satu dua dan tiga.
Semuanya berlomba mendirikan yang kita tahu bahwa zakat fitrah mengatur pola pendistribusiannya Kedua, penyaluran tidak lang-
dan membentuk panitia zakat, itu harus didistribusikan pada yang dan menghitung seberapa lama sung. Yaitu penyaluran khusus
khususnya zakat fitrah. Harapannya berhak menerima pada malam 1 beras fitrah akan dimanfaatkan. pada lansia kategori khusus. Pe-
bisa menyalurkan sendiri sesuai Syawal. Dengan harapan pada Bahkan ada sasaran khusus yang nyaluran ini bekerjasama dan
harapan dan keinginan sesuai malam itu jangan sampai ada fakir beras fitrah itu bisa dirasakan oleh me libatkan warung atau toko
hukum syar’i penyaluran zakat miskin yang tidak bisa makan dan mustahik hingga selama satu tahun. terdekat di wilayah lansia berada.
yang dipahaminya. tidak bisa membayar zakat fitrah. Secara teknis, distribusi dibagi Teknis penyaluran beras fitrah
Perlu aturan yang jelas tentang Dengan pola pemikiran yang menjadi beberapa paket. pada lansia khusus adalah dengan
siapa panitia yang berhak meng- seperti itu maka para panitia Paket khusus, adalah para lansia menitipkan atau meminjamkan
himpun zakat fitrah dan bagaimana dadakan tidak bisa berpikir panjang. atau orang yang setiap hari. Ma- sejumlah beras (75kg) kepada warung
aturan pen dis tribusiannya. Tu- Yang penting malam ini habis kannya tergantung dari pemberian atau toko terdekat untuk dijual seperti
juannya agar zakat bisa tercapai. terdistribusikan selesai. Masalah tetangga. Para lansia atau orang biasanya dan dikem balikan secara
Ini perlu ditata dan ditertibkan fakir miskin tidak bisa makan dengan kategori tersebut diberikan bertahap (6,25kg/bulan) kepada
oleh pemerintah sesuai Undang- besok atau lusa, bukan lagi urusan beras selama satu tahun. Per- lansia sasaran khusus.
Undang No 23 tahun 2011 tentang tanggung jawab panitia lagi. hitungannya, satu orang satu bulan Setiap tahun LAZIS telah
Pengelolaan Zakat. Penertiban itu Inilah yang menjadi dasar pola kebutuhan beras 6,25 kg. Jadi satu menyusun distribusi zakat fitrah
sebanyak + 7 ton. Ini merupakan
agar penerimaan zakat dan pemikiran dan pola distribusi tahun 75 kg/orang. permasalahan sekaligus tantangan
distribusinya bisa terarah dan tertata Lembaga Amil Zakat Sabilillah Paket satu adalah beras yang distribusi untuk menyalurkan tepat
lebih baik. (LAZIS) hingga saat ini. Apa yang diberikan untuk para mustahiq sasaran. (*)
16 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 141 / Juni 2016 / Thn: 07

