Page 8 - Edisi 125 Februari 2015 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 8
Membangun Kesadaran Beragama
Pendidikan Dasar
”Antara TPQ Atau Pendidikan Umum”
Oleh: Sulaiman, Manajer LAZIS Sabilillah
KEMANDIRIAN adalah menjadi kita harus sebanding dengan pengetahuan bahwa keberadaan lembaga pendidikan
kata kunci keberhasilan atau tolak ukur umum kita juga anak kita. Namun kepri- agama non formal di masyarakat adalah
program – program pemberdayaan kepada hatinan LAZIS Sabilillah muncul dengan nomor dua, sedang nomor satunya adalah
masyarakat , keluarga , maupun lembaga adanya Lembaga pendidikan non formal lembaga pendidikan umum. Pendidikan
atau institusi. Mandiri bisa diartikan keagamaan di lingkungan sekitar kita umum dirasa adalah kebutuhan utama dan
perilaku atau sikap dan kemampuan diri , yakni TPQ maupun Madrasah Diniyah, pokok , sedang pendidikan agama adalah
keluarga, lembaga atau institusi untuk bisa yang mana itu sangat di butuhkan oleh kebutuhan penunjang atau sekunder.
hidup tanpa menggantung- Pendidikan umum adalah
kan pada yang lain. Begitu professional sedang pendi-
juga LAZIS Sabilillah dikan agama serasa sosial
sebagai lembaga sosial yang kebutuhannya bisa
keagamaan dan lembaga di “negoisasikan”. Begitu
pemberdayaan masyarakat juga pendidikan terhadap
ingin memberikan yang anak, orang tua masih
maksimal untuk masyara- lebih perhatian terhadap
kat khususnya mustahik pendidikan umum anaknya
(orang yang lemah) dan dari pendidikan agamanya,
menjadikannya sebagai orang tua masih lebih
sosok yang mandiri den- menghargai prestasi pen-
gan program-program didikan umum dari pada
yang ada. LAZIS dengan prestasi pendidikan aga-
Program –program ber- manya. Inilah yang men-
basis pembinaan kepada jadi keprihatinan LAZIS
masyarakat dan mustahik Sabilillah untuk memben-
diharapkan tujuan pember- tuk divisi khusus LAZIS
dayaan dan kemandirian yakni Lembaga Pendam-
akan bisa diwujudkan. Berbagai program masyarakat, itu diketahui dari kesadaran pingan dan Peningkatan Mutu (LP2M)-
telah di laksanakan untuk itu, tidak masyarakat untuk membuat sendiri pendi- TPQ yang ber fungsi mendampingi dan
terkecuali Taman Pendidikan Alqur’an dikan non formal tersebut dan berbondong membina Lembaga- lembaga TPQ binaan
(TPQ) yang juga menjadi sasaran program – bondong memanfaatkan sarana tersebut untuk bisa mandiri dalam segala hal,
LAZIS Sabilillah. untuk kepentingan keseimbangan dari baik kwalitas Pengajaran, pengelolaan
Kita ketahui bahwa kita butuh pendidi- pendidikan umum bagi anak-anak. Tapi termasuk sarana prasarana dengan me-
kan, anak kita juga butuh pendidikan baik dari pengamatan bersama di masyarakat manfaatkan potensi lingkungan yang ada.
pendidikan formal maupun pendidikan setelah ada lembaga ini seakan hanya Sekaligus dengan pembinaan guru-guru
non formal . Kita ketahui juga pendidikan “sekedar ada” dan kurang mendapat TPQ yang di lakukan setiap bulan akan
umum penting bagi kita dan pendidikan dukungan dari masyarakat maupun to- dapat memberikan pemahaman kepada
agamapun sangat dibutuhkan oleh kita koh masyarakat. Realitas dimasyarakat masyarakat dan wali santri untuk dapat
dan anak kita karena itu yang menentukan keberadaan lembaga TPQ ini rata-rata memberikan dukungan yang maksimal
kita akan menjadi orang baik atau orang sangat memprihatinkan sarana maupun moril maupun finansial. Melalui Lp2m
tidak baik. Bahkan tidak jarang lembaga prasarananya. Memang masyarakat sa- –TPQ LAZIS Sabilillah berupaya mem-
- lembaga pendidikan professional yang ngat merasa terbantu dengan adanya TPQ bangun kesadaran masyarakat untuk dapat
menawarkan pendidikan umum dan ini, terlihat dari banyaknya anak-anak menyeimbangkan kepentingan pendidikan
pendidikan agama yang disajikan secara mereka yang di titipkan di lembaga terse- umum dan pendidikan agama di dalam
seimbang. Itu artinya pendidikan agama but. Namun Realitas juga dimasyarakat keluarga dan masyarakat. (red*)
8 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 125 / Februari 2015 / Thn: 07

