Page 13 - Edisi 125 Februari 2015 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 13
Senyum ceria Yoga adek asuh
setelah dikhitan di Sabilil-
lah Medical Service. Sambil
menunggu resep obat yang
akan dibawa pulang
Senangnya Dikhitan
Khitan Gratis Untuk Adek-Adek Asuh LAZIS Sabilillah
SEBAGAI agenda rutin Sofyan Arief bertanya padanya SD yang masih polos itu untuk kini bersekolah di SMKN 3
dari divisi pendayagunaan “ Gimana le sekolahnya ? bela- berkhitan. Tanpa terencana Malang, dan duduk di kelas
LAZIS Sabilillah untuk jar yang rajin ya!! Oh iya, kita sebelumnya, kini, program 12 Tata Boga bercita-cita un-
mengontrol perkembangan ada program Khitan gratis Egi Khitan Gratis LAZIS Sabilillah tuk menjadi pe ngusaha resto
kondisi keluarga binaan pada mau disunat? “ Tak disangka- untuk bulan Februari menjadi 2 karena keahliannya memasak
senin siang, 9 Februari itu sangka sambil terseyum simpul anak yakni Yoga dan Egi. hingga akhirnya membawan-
sekitar pukul 10.30 Sofyan dan tanpa berpikir panjang Sementara itu, Yoga yang ya bersekolah dan mengambil
Arief mengunjungi rumah Egi menjawab “Mmmm iya tinggal di Jl. kapi Woro, Anak Jurusan Tata Boga. sedangkan
Pak Yudo salah satu keluarga mau”. “Beneran mau? Kalau ke 2 dari pasangan Anton dan adiknya yang ke 2 bersekolah
binaan LAZIS sabilillah di mau besok biar diantar Ayah Tinah ini juga berkeinginan di SDN Sawojajar III, dan
Desa Jambon Kec. Pakis ke Sabilillah untuk dikhitan, untuk khitan karena usianya yang 3 masih duduk di kelas
Kab. Malang. Selain kondisi kebetulan besok juga ada satu yang sudah cukup, namun 4 di sekolah yang sama.
ekonomi kelurga , seperti anak lagi yang juga dikhitan” tidak bisa melaksanakan Dengan adanya pelayanan
biasa saat itu Sofyan Arief tukas Sofyan Arief, dan Egipun keinginannya dikarenakan khitan gratis bagi anak asuh
juga melontarkan beberapa tetap menganggukkan kepala- tidak adanya biaya. Dengan Yatim dan dhu’afa ini Al-
pertanyaan seputar ibadah nya. Singkat cerita ternyata pekerjaan tukang batu ayah hamdulillah mereka terbantu
dan pendidikan keluarga P. beberapa waktu yang lalu Egi ini menghidupi ke 3 anak dan merasa bahagia karena
Yudo. Sebagai keluarga binaan sudah pernah mengutarakan mereka, semua serba terbatas untuk biaya khitanan sekarang
LAZIS Sabilillah, keluarga keinginannya untuk dikhitan rumah pun di kontrakkan un- kurang lebih membutuhkan
Pak Yudo tergolong keluarga kepada orang tuanya namun tuk melunasi hutang-hutang biaya yang tidak sedikit dan
kurang mampu, berprofesi lagi-lagi selain dirasa masih dan mencukupi kebutuhan itu sangatlah berat bagi mer-
sebagai penjual krupuk hasil banyak waktu karena Egi masih rumahtangganya. Sementara eka yang kurang mampu, akh-
produksinya sendiri Ia ha- kecil juga keadaan yang belum untuk tempat tinggal mereka irnya pada hari kamis tanggal
rus menghidupi keluarganya, memungkinkan Orang tua Egi ikut orangtuanya, Dan untuk 5 Pebruari 2015 mereka dapat
seorang istri dan 4 orang anak. tak bisa mewujudkan kenginan- membantu suami mencari di khitan oleh dokter -dokter
Pada kesempatan itu turut nya itu. Namun siapa sangka nafkah sang ibu juga bekerja SMS (Sabilillah Medical
berkumpul ditengah keluarga lantaran kedatangan tim LAZIS sebagai pembantu rumah Service).
anak ke-3 Pak Yudo yakni Egi siang itu untuk ber kunjung, tangga yang lokasinya tidak Semoga lekas sembuh ya
yang masih duduk di sekolah akhirnya Allah mengabulkan jauh dari tempat tinggalnya. dek, dan beraktifitas seperti
dasar kelas 2, sekedar basa basi keinginan Egi, bocah kelas 2 Yoga, anak pertama yang biasanya... (*)
Majalah Komunitas Sabilillah 13
Edisi 125 / Februari 2015 / Thn: 07

