Page 594 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 594

Bab 8 Gravitasi







                          8.13  Pasang  Surut  Akibat  Gravitasi  Matahari  dan
                          Bulan

                                   Pasang surut air laut terjadi akibat gaya gravitasi matahari dan
                          bulan pada air laut. Air laut adalah zat cair yang mudah berubah bentuk
                          akibat  dikenai  gaya.  Karena  gaya  gravitasi  matahari  atau  bulan  pada
                          tempat yang berbeda di laut berbeda besarnya maka bentuk permukaan
                          laut  bisa  berbeda  akibat  dikenai  gaya  tersebut.  Ini  mengakibatkan  ada
                          permukaan laut yang naik (pasang) dan ada permukaan laut yang turun
                          (surut).  Karena  bumi  berotasi  maka  dalam  satu  hari  suatu  tempak
                          minimal  mengalami  dua  kali  pasang  dan  dua  kali  surut.  Gambar  8.15
                          adalah contoh kondisi laut pasang dan surut di tempat wisata Tanah Lot,
                          Bali.

                                   Kuat medan gravitasi matahari di bumi lebih besar daripada kuat
                          medan  gravitasi  yang  dihasilkan  oleh  oleh  bulan.  Kalian  bisa
                          membuktikannya dengan menggunakan hukum gravitasi Newton. Tetapi,
                          pasang surut yang disebabkan oleh gravitasi bulan lebih besar daripada
                          yang  disebabkan  oleh  gaya  gravitasi  matahari.  Mengapa  demikian?
                          Ternyata  besarnya  pasang  surut  tidak  ditentukan  oleh  kuat  medan
                          gravitasi,  tetapi  ditentukan  oleh  perbedaan  besar  kuat  medan  gravitasi
                          pada berbagai titik di laut. Untuk jelasnya, lihat skema pada Gambar 8.16.

                                   Sebagai  ilustrasi  kita  anggap  bumi  ditutupi  oleh  laut  dengan
                          ketebalan tertentu. Tanpa adanya tarikan matahari atau bulan, ketebalan
                          air laut di berbagai tempat di permukaan bumi sama sehingga tidak terjadi
                          pasang  atau  surut.  Saat  terjadi  pasang-surut,  bagian  permukaan  laut
                          yang  menghadap  atau  membelakangi  matahari  atau  bulan  meninggi
                          sedangkan bagian permukaan laut di sisi samping menurun. Kuat lemah
                          pasang  surut  ditentukan  oleh  perbedaan  kuat  gaya  gravitasi  pada
                          permukaan  laut  yang  menghadap  matahari  atau  bulan  dengan
                          permukaan laut yang berada di sisi samping. Makin kuat tarikan pada sisi
                          yang  menghadap  matarahi/bulan  dan  makin  lemah  tarikan  pada  sisi
                          samping maka makin besar pasang surut yang dihasilkan. Berdasarkan
                          Gambar 8.16, kekuatan pasang-surut ditentukan oleh selisih kuat medan
                          gravitasi pada titik A dan titik B.

                                   Untuk menentukan beda kuat medan tersebut mari kita misalkan
                          massa  matahari  Mm,  massa  bumi  Mbm,  massa  bulan  Mbl,  jarak
                          bumi-matahari rbm-m, jarak bumi-bulan rbm-bl, dan jari-jari bumi Rb. Dengan
                          perhitungan  yang  cukup  panjang,  dapat  dibuktikan  bahwa  perbedaan
                          kuat  medan  gravitasi  matahari  di  permukaan  bumi  yang  menghadap
                          matahari (titik A) dan yang berada di sisi samping (titik B) adalah




                                                            581
   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599