Page 687 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 687

Bab 9 Benda Tegar dan Elastisitas




                          9.15  Hubungan  Antara  Momentum  Sudut  dan
                          Momen Gaya


                                   Pada  gerak  translasi,  kita  sudah  mempelajari  bahwa  gaya  yang
                          bekerja pada benda sama dengan laju perubahan momentum liner benda,
                                 
                                       
                          atau  F    p /  t  . Adakah rumus serupa untuk gerak rotasi? Jawabannya
                          ada.  Momen  gaya  yang  bekerja  pada  sebuah  benda  sama  dengan  laju
                          perubahan momentum sudut benda, atau



                                         
                                       L
                                                                                            (9.30)
                                         t 



                                   Momen  gaya  pada  persamaan  (9.30).  Jika  terdapat  sejumlah
                          momen gaya yang bekerja pada benda maka momen tersebut dijumlahkan
                          dan hasil penjumlahan tersebut yang diterapkan dalam persamaan (9.30).

                                   Sudah  kita  bahas  sebelumnya  bahwa  torka  yang  bekerja  pada
                          benda yang bergerak di bawah pengaruh gaya sentral adalah nol. Dengan
                          demikian, untuk benda yang bergerak di bawah pengaruh gaya sentral laju
                          perubahan momentum sudut terhadap waktu nol. Ini berarti momentum
                          sudut benda yang berada di bawah pengaruh gaya sentral adalah konstan.



                          9.16  Hubungan  antara  Momentum  Sudut  dan

                          Momentum Linier

                                   Seperti halnya gaya yang memiliki hubungan dengan momen gaya,
                          momentum  sudut  juga  memiliki  hubungan  dengan  momentum  linier.
                          Untuk  mencari  hubungan  tersebut  mari  kita  perhatikan  diferensial
                          berikut ini



                                                           
                                                       
                                    d      p   r d      r   d p
                                                    p 
                                      r 
                                   dt          dt          dt







                                                            674
   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691   692