Page 686 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 686

Bab 9 Benda Tegar dan Elastisitas




                          9.14 Momentum Sudut Benda Tegar


                                   Untuk  gerak  partikel,  kita  telah  mendefinisikan  momentum
                                                                                      
                                                                                           
                          sebagai perkalian massa (inersia) dengan kecepatan  p         m v . Pada gerak
                          rotasi benda tegar, kita akan mendefinsikan besaran yang sejenis, yang
                          kita sebut sebagai momentum sudut. Momentum sudut adalah perkalian
                          antara momen inersia dengan kecepatan sudut, atau


                                        
                                   L   I                                                    (9.29)




                                   Sifat momen inersia pada gerak rotasi serupa dengan sifat massa
                          (inersia) pada gerak translasi. Sifat memomentum sudut pada gerak rotasi
                          serupa  dengan  sifat  momentum  pada  gerak  translasi.  Karena  sifat-sifat
                          yang  serupa  tersebut  maka  persamaan-persamaan  yang  berlaku  pada
                          gerak  translasi  dapat  langsung  digunakan  pada  gerak  rotasi  dengan
                          mengganti besaran yang setara pada dua jenis gerakan tersebut. Tabel 9.1
                          adalah rangkuman besaran setara tersebut.



                  Tabel 9.1 Besaran setara pada gerak translasi dan rotasi dinyatakan dalam notasi skalar

                              Gerak translasi                               Gerak rotasi

                  Posisi, x                                   Sudut, 

                  Kecepatan, v                                Kecepatan sudut, 


                  Percepatan, a                               Percepatan sudut, 

                  Massa (inersia), m                          Momen inersia, I

                  Momentum, p = mv                            Momentum sudut, L = I

                  Gaya, F                                     Momen gaya, 


                                                      1                                      1
                                                          2
                                                                                                 2
                  Energy kinetik translasi,  K        mv   Energy kinetik rotasi,  K         I 
                                                trans
                                                      2                                 rot  2




                                                            673
   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691