Page 688 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 688
Bab 9 Benda Tegar dan Elastisitas
v r d p
p
dt
1 d p
( m v p r
)
m dt
1 d p
p p r
m dt
Karena perkalian silang vektor yang sama hasilnya nol maka suku
pertama di ruas kanan hasilnya nol. Suku kedua di ruas kanan adalah
perkalian silang vektor posisi dan gaya. Jadi kita dapat menulis
d r F
r
p
dt
atau
d
r p (9.31)
dt
Dengan memperhatikan hukum II Newton untuk gerak rotasi maka kita
dapat dimpulkan bahwa bagian dalam tanda kurung di ruang kanan
persamaan (9.31) merupakan momentum sudut. Akhirnya kita dapatkan
hubungan antara momentum sudut dan momentum linier sebagai berikut
L r p (9.32)
Dalam notasi skalar, momentum sudut memenuhi persamaan
675

