Page 274 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 274
Bab 3 Listrik Arus Searah
Yang perlu diperhatikan
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengukur arus dengan
amperemeter di antaranya
a) Amperemeter miliki hambatan, walaupun sangat kecil. Ketika
amperemeter dipasang untuk mengukur arus maka hambatan total
rangkaian menjadi lebih besar sehingga arus yang mengalir sedikit
berkurang. Jadi arus yang ditunjukkan oleh amperemeter sedikit lebih kecil
daripada arus yang mengalir sebelum amperemeter dipasang. Namun:
i) Jika hambatan total dalam rangkaian cukup besar maka hambatan
yang dimiliki amperemeter dapat dibaikan sehingga arus yang dibaca
oleh amperemeter hampir sama dengan arus yang mengalir sebelum
amperemeter dipasang.
ii) Jika hambatan total dalam rangkaian sangat kecil, maka
pemasangan amperemeter dapat mengubah arus yang mengalir cukup
signifikan. Arus yang dibaca amperemeter jauh lebih kecil daripada
arus yang mengalir sebelum amperemeter dipasang.
b) Ada batas maksimum arus yang dapat diukur oleh amperemeter. Jika
arus yang diukur melebihi batas maksimum tersebut, maka amperemeter
dapat rusak dan terbakar. Untuk itu, sebelum melakukan pengukuran,
kalian perkirakan dulu besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian. Jika
kalian yakin bahwa arus yang mengalir masih berada di bawah batas
maksimum yang bisa diukur amperemet, kalian dapat mengukur.
Mengukur arus yang melebihi batas maksimum kemampuan
amperemeter
Bagaimana mengukur arus yang nilainya melebihi kemapuan
pengukuran amperemeter? Kita dapat memasang hambatan “shunt” yang
dipasang secara parallel dengan salah satu hambatan dalam rangkaian.
Peranan hambatan ini adalah untuk membagi arus sehingga sebagian
mengalir di hambatan shunt dan sebagian mengalir di hambatan dalam
rangkaian amperemeter. Nilai hambatan shunt harus cukup kecil sehingga
arus yang mengalir pada amperemeter lebih kecil dari arus maksium yang
dapat diukur amperemeter.
Tampak dari Gambar 3.46 (b)
I = I1 + I2
I1 = Vab/R2
262

