Page 401 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 401

Bab 5 Medan Magnet Induksi


                                             2      
                                   2 ( B  ) r     0   r n 2 
                                              2n     

                        atau
                                       
                                 B    0  r n  1 
                                     n    2


                        Kuat medan magnet di luar silinder memenuhi

                                             2      
                                   2 ( B  ) r     0   a n 2 
                                              2n     

                        atau
                                         a n 2
                                            
                                 B    0
                                       
                                     n 2    r

                                Kita dapat mengungkapkan persamaan medan di atas dalam bentuk
                        berbeda. Perhatikan bahwa arus yang dilingkupi oleh lintasan ampere yang
                        berada di luar silinder tidak lain merupakan arus total yang mengalir pada
                        silinder. Jika kita nyatakan arus total silinder adalah I0 maka


                                      2
                                 I 0     a n  2
                                     n   2


                        Arus  yang  dilingkupi  lintasan  ketika  lintasan  ampere  berada  di  dalam
                        silinder dapat ditulis


                                     2      r n  2
                                 I       a n  2
                                    n  2     a n  2


                                     r  n  2
                                  I 0
                                     a n  2

                        Dengan demikian, hukum ampere pada lokasi di dalam silinder dapat ditulis


                                               r n  2
                                    
                                 B  2 ( r )   0 I 0
                                               a n  2
                        atau





                                                           389
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406