Page 403 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 403

Bab 5 Medan Magnet Induksi



                        5.4.6 Silinder berongga

                                Selanjutnya kita menentukan kuat medan magnet yang dihasilkan
                        arus  listrik  yang  mengalir  pada  silinder  berongga  yanh  simetri.  Jari-jari
                        silinder adalag a2 dan jari-jari-jari rongga adalah a1 seperti diilustrasikan

                        pada Gambar 5.46. Kerapatan arus (arus per satuan luas penampang) kita
                        anggap konstan.





                   a 1  a 2                                   J






               Gambar 5.46 arus listrik yang mengalir pada silinder berongga yanh simetri.

                                Pada kasus ini kita memiliki tidak daerah yang berbeda, yaitu r < a1,
                        a1< r < a2, dan r > a2. Oleh karena itu kita menerapkan hokum ampere tiga

                        kali, satu untuk maisng-masing daerah. Dengan menggunakan feeling kita
                        dapat menduga bahwa pada jarak yang sama dari sumbu silinder maka kuat
                        medan  selalu  konstan  dan  berarah  menyinggung  lintasan  ampere  yang

                        berupa lingkaran. Oleh karena itu, pada darah mana saja dari tiga daerah
                                                                                      
                                                                                           B
                        yang  disbutkan  di  atas  kita  selalu  mendapatkan      B  l   ( 2 ) r .  Yang
                                                                                      d
                        berbeda  dari  tiga  daerah  tersebut  adalah  arus  yang  dilingkupi  lintasan
                        ampere.

                                Daerah pertama, yaitu r < a1 berupa rongga. Tidak ada arus yang

                        dilingkupi lintasan sehingga      I    0 . Dengan menerapkan hokum ampere

                        maka  ( rB  2 )  0   atau  B    0. Pada daerah kedua, a1 < r < a2, jumlah arus

                        yang dilingkupi lintasan ampere adalah

                                       r
                                   I   JdA
                                       
                                       a 1

                                   r
                                   
                                  J 2
                                     (
                                         rdr)
                                  a 1

                                                           391
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408