Page 507 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 507

Bab 7 Arus Bolak-Balik



                                Peranan  XC  sama  dengan  peranan  hambatan.  Jadi  pada  arus

                        bolak-balik kapasitor berperan sebagai hambatan dengan nilai hambatan XC.
                        Besaran ini sering dinamakan reaktansi kapasitif. Makin besar frekuensi
                        arus bolak-balik maka hambatan kapasitor (reaktansi kapasitif) makin kecil.

                                Arus  searah  atau  dc  dapat  dipandang  sebagai  arus  bolak-balik
                        dengan frekuensi nol,  = 0. Dengan frekueisn demikian maka hambatan
                        yang dimiliki kapsitor untuk arus bolak-balik adalah


                                        1
                                 X          
                                  C
                                      0 C

                        Dengan  hambatan  tak  berhingga  tersebut  maka  arus  searah  tidak  dapat

                        mengalir melalui kapasitor. Bagi arus searah, kapasitor berperan sebagai
                        sebuah saklar dalam posisi terbuka (off).
                                Hambatan kapasitor (reaktansi kapasitif) bergantung pada frekuensi
                        arus  yang  melewati  kapasitor  tersebut.  Jika  frekuensi  arus  sangat  besar
                        maka hambatan kapasitor sangat kecil. Untuk frekuensi yang menuju tak

                        berhingga  maka  hambatan  kapasitor  menuju  nol,  yang  berarti  kapasitor
                        seolah-olah  terhubung  singkat.  Sebaliknya  jika  frekuensi  arus  yang
                        mengalir pada kapasitor menuju nol maka hambatan kapasitor menuju tak

                        berhingga. Dalam kondisi ini kapasitor berperilaku sebagai sebuah saklar
                        yang terbuka. Ini penyebab mengapa kapasitor tidak dapat dilewati arus DC
                        karena arus DC memiliki frekuensi nol.
                                Dengan aturan trigonometri kita mendapatkan hubungan



                                sin t   o   cos  t   o     
                                                           2  


                        Substitusi kesamaan ini ke dalam persamaan (7.12) maka tegangan antara
                        dua ujung kapasitor dapat ditulis sebagai

                                                         
                                V C   I m X C  cos t   o                                    (7.14)
                                                         2 









                                                           495
   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512