Page 510 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 510

Bab 7 Arus Bolak-Balik



                        Dengan menggunakan I pada persamaan (7.10) maka diperoleh


                                       d
                                V   L    I cos  t    
                                  L
                                       dt  m           o

                                    LI sin  t    o 
                                        m

                        Jika kita mendefinisikan

                                 X                                                               (7.15)
                                        L
                                   L

                        kita dapat menulis


                                V     I   m X sin  t    o                                   (7.16)
                                           L
                                  L


                                  L



                                                       t
                                           I   I m  cos(   0 )
                                              





                                  V L


               Gambar 7.11 Arus bolak-balik melewati sebuah induktor


                                Tampak dari persamaan (7.16) bahwa ketika dialiri arus bolak-balik,
                        induktor berperan sebagai hambatan dengan nilai hambatan XL. Besaran XL

                        sering juga disebut reaktansi induktif. Nilai hambatan ini makin besar jika
                        frekuensi  arus  makin  besar.  Jika  frekuensi  arus  menuju  tak  berhingga
                        maka  hambatan  induktor  menuju  tak  berhingga.  Dalam  kondisi  ini,
                        induktor berperan sebagai sebuah saklar terbuka. Sebaliknya, jika frekuensi
                        arus menuju nol maka hambatan induktor juga menuju nol, atau induktor

                        seperti terhubung singkat.






                                                           498
   505   506   507   508   509   510   511   512   513   514   515