Page 54 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 54

Ban 1 Elektrostatika


                            
                        1 /( 1 d  /  ) h  2 / 3   1  2 / 3 (  )(d  /  ) h .  Dengan  demikian  kita  dapat  melakukan
                        aproksimasi lebih lanjut


                                       1  qp     3  d      3  d   
                                 F           1       1     
                                     4 o  h 3    2  h      2  h   


                                    1   3dqp      1   3p 2
                                                                                                 (1.29)
                                   4 o  h 4    4 o  h 4

                        di mana kita telah melakukan penggantian p = qd. Jelas di sini bahwa gaya

                        antar dua momen dipol berbanding terbalik dengan pangkat empat jarak.
                                Jika  momen  dipol  atas  berada  dalam  posisi  sejajar  momen  dipol
                        bawah  maka  dua  muatan  mendapat  medan  listrik  yang  sama  besar  dan

                        arah  sama.  Tetapi  karena  dua  muatan  memiliki  tanda  yang  berlawanan
                        maka dua muatan mendapat gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah.
                        Dengan demikian gaya total pada momen dipol atas mejadi nol.

                        1.6 Perhitungan Medan Dengan Metode Integral

                                Mari  kita  perluas  cara  perhitungan  kuat  medan  listrik  dengan
                        menggunakan  metode  integral.  Metode  integral  digunakan  jika  sumber
                        muatan bukan merupakan benda titik, tetapi merupakan benda besar. Perlu

                        diingat  bahwa  integral  sebenarnya  adalah  penjumlahan  setelah  mebagi
                        benda  atas  elemen-elemen  kecil  yang  jumlahnya  tak  berhingga.  Setelah
                        dilakukan pembagian tersebut maka tiap elemen dapat dipandang sebagai
                        titik. Sebagai ilustrasi, perhatikan Gambar 1.31.
                                Kita ingin mencari kuat medan listrik pada titik sembarang P. Kita

                        lihat  suatu  elemen  kecil  benda  yang  mengandung  muatan  dq .  Misalkan
                                                                                                   
                        vektor  posisi  elemen  tersebut  terhadap  pusat  koordinat  adalah  r   dan
                                                                                                
                        vektor posisi titik pengamatan terhadap pusat koordinat adalah  r . Posisi
                                                                                                P
                                                                                           
                                                                                            r
                        relatif titik pengamatan terhadap elemen muatan adalah  r    dan jarak
                                                                                         P
                                                                              
                                                                          
                        titik pengamatan ke elemen muatan adalah  r          r . Dengan menggunakan
                                                                          P
                        persamaan  (1.8)  maka  kita  dapat  menulis  medan  listrik  di  titik  P  yang
                        dihasilkan oleh elemen muatan  dq   adalah



                                        1    dq        
                                 d E   4 o  r  r  3   (r   ) r                               (1.30)
                                             
                                                     P
                                   P
                                             P

                                                           42
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59