Page 630 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 630

Bab 9 Gejala Gelombang


                                                 
                                  ' A   2A cos   01  02                                         (9.11)
                                               2    


                        Jadi, amplitudo gelombang superposisi bergantung pada              .
                                                                                             02
                                                                                        01
                                Suatu yang menarik terjadi jika

                                    02   0  atau     .
                                  01
                                    2                 01   02

                        Dengan  demikian,  A'     2 Acos   20   A .  Jika  kondisi  ini  dipenuhi  maka

                        amplitudo  gelombang  superposisi  menjadi  dua  kali  amplitudo  gelombang
                        semula. Jika kondisi ini dicapat maka dua gelombang dikatakan sefasa dan
                        superposisi yang terjadi disebut superposisi konstruktif.

                                Kasus menarik lain terjadi jika

                                     02       atau       .
                                  01
                                    2       2          01   02


                                                          
                        Dengan  demikian,  A    '  2A cos      0 .  Jika  kondisi  ini  dipenuhi  maka
                                                           2 
                        amplitudo  gelombang  superposisi  nol.  Pada  konsisi  ini  kedua  gelombang

                        dikatakan  berlawanan  fasa  dan  superposisi  yang  terjadi  disebut
                        superposisi destruktif.
                                Jelas  dari  penjelasan  di  atas  bahwa  interferensi  konstruktif  atau
                        destruktif  sangat  bergantung  pada  beda  fasa  dua  gelombang  yang
                        mengalami  superposisi.  Tetapi  perlu  diingat  bahwa  interferensi  destruktif

                        hingga  ampltitudo  total  nol  hanya  terjadi  jika  dua  gelombang  memiliki
                        amplitodo persis sama. Interferensi dekstruktif terjadi karena pengurangan
                        simpangan dua gelombang. Pengurangan baru menjadi nol jika amplitude

                        yang dikurangankan memiliki besar yang sama. Jika amplitude gelombang
                        yang mengalami superposisi tidak sama maka tidak akan pernah diperoleh
                        ampitudo total nol. Yang akan diamati hanya ampitudo maksimum (ketika
                        fasa dua gelombang sama) dan amplitudo minimum tetapi tidak nol (ketika
                        fasa dua gelombang berlawanan). Lebih lanjut, sebenarnya superposisi tidak

                        hanya  untuk  dua  gelombang,  tetapi  dapat  melibatkan  banyak  sekali
                        gelombang seperti yang akan kita bahas pada bagian selanjutnya.




                                                           618
   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635