Page 629 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 629

Bab 9 Gejala Gelombang



                        Kita gunakan persamaan trigonometri


                                                               
                                 cos  cos   cos        cos      
                                                2
                                                       2         2  
                        di mana
                                    kx   
                                      t
                                               01
                        dan
                                     kx  
                                      t
                                               02

                        Maka
                                      t   kx    01  02  
                                                            
                                                  
                                   2                  2    

                                      01   02   
                                         
                                   2         2    

                        Dengan demikian, kita dapat menulis



                                                                            
                                 y (x ,t )   2A cos   01  02  cos t   kx     01  02         (9.10)
                                                               
                                                                                      
                                                    2                     2       

                                Mari kita amati bagaimana bentuk pola gelombang pada berbagai
                        posisi. Kita melakukan pengamatan pada saat tertentu. Untuk mudahnya
                        kita  amati  pada  saat  t  =  0.  Pada  saat  t  =  0  simpangan  gelombang  pada

                        berbagai posisi memenuhi persamaan

                                                                       
                                 y (x  ) 0 ,   2A cos   01  02  cos  kx      01  02  
                                                             
                                                                                 
                                                   2                  2      

                                Gambar 9.8 adalah pola gelombang hasil superposisi yang “dipotret”
                        pada  saat  t  =  0.  Tampak  bahwa  amplitudo  gelombang  yang  dihasilkan
                        sangat bergantung pada nilai           seperti tertuang dalam persamaan di
                                                          01
                                                               02
                        atas.  Setelah  superposisi,  maka  gelombang  dihasilkan  memiliki  frekuensi
                        yang sama dengan gelombang semula tetapi amplitudonya berubah menjadi




                                                           617
   624   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634