Page 628 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 628

Bab 9 Gejala Gelombang


                        merambat  pada  lintasan  yang  sama.  Contoh  gelombang  ini  adalah
                        gelombang pada tali. Arah rambat gelombang-gelombang segaris hanya ada

                        dua  kemungkinan  yaitu  searah  atau  berlawanan  arah.  Secara  formal,
                        superposisi gelombang dapat dirumuskan secara materika berikut ini. Jika
                        ada  dua  gelombang  dengan  simpangan  y       1 (x ,t )   dan  y 2 (x ,t )   merambat

                        bersamaan  dalam  medium  yang  sama  maka  simpangan  total  titik-titik
                        dalam medium memenuhi

                                 y (x ,t )   y 1 (x ,t )   y 2 (x ,t )                           (9.5)


                        Jika ada N gelombang yang merambat bersamaan dalam medium yang sama
                        maka simpangan total titik dalam medium memenuhi

                                                             
                                 y (x ,t )   y 1 (x ,t )   y 2 (x ,t )  ... y N  (x ,t )

                                   N
                                     y ( x, t)                                                   (9.6)
                                       i
                                    i 1


                                Superposisi  Gelombang  Sinusoidal.  Sekarang  kita  tinjau
                        gelombang yang bentuknya sederhana, yaitu gelombang sinusoidal. Untuk
                        mudahnya  kita  hanya  batasi  pada  superposisi  dua  buah  gelombang.

                        Simpangan masing-masing gelombang adalah

                                 y 1 (x ,t )  A 1 cos   kxt    01                           (9.7)

                                 y 2 (x ,t )  A 2 cos   kxt    02                           (9.8)


                        Superposisi dua gelombang tersebut adalah

                                 y (x ,t )   y 1 (x ,t )   y 2 (x ,t )


                                  A 1 cos   kxt    01  A 2  cos   kxt    02          (9.9)

                                Kita  tinjau  kasus  sederhana  di  mana  amplitudo,  periode  dan

                        panjang gelombang kedua gelombang sama, A1 = A2, 1 = 2, dan k1 =k2.
                        Persamaan (9.9) dapat ditulis

                                 y (x ,t )  A cos   kxt    01  cos    kxt    02 

                                                           616
   623   624   625   626   627   628   629   630   631   632   633