Page 632 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 632

Bab 9 Gejala Gelombang



                        Pelayangan

                                Kasus  menarik  terjadi  jika  dua  gelombang  memiliki  perbedaan
                        frekuensi yang sangat kecil. Misalkan

                                                                                             (9.12)
                                       2
                                  1

                        Misalkan  pula  dua  gelombang  memiliki  amplitudo  yang  sama.  Kemudian
                        kita mengamati gelombang superposisi pada lokasi tertentu. Misalkan lokasi
                        tersebut adalah x = 0. Gelombang superposisi menjadi


                                                                                  
                                                         
                                 y  , 0 ( t )  A cos   kt  1  0  01  A cos   kt  2  0  02 
                                                1
                                                                         2

                                  A cos  t   01  cos   t   02 
                                          1
                                                         2

                                                                       
                                  2A cos     t    0  cos    1  2  t    01  02            (9.13)
                                                                                      
                                          2        2         2           2       

                        di mana

                                        .
                                    0
                                              02
                                        01
                                Gambar 9.9 adalah pola simpangan yang terjadi ketika gelombang
                        dengan frekuensi sedikit berbeda disuperposisi. Tampak bahwa gelombang
                        hasil  superposisi  memiliki  amplitudo  yang  bergantung  pada  waktu.
                        Amplitudo  bervariasi  dari  nol  sampai  2A.  Amplitudo  maksimum  terjadi
                        ketika


                                            
                                 cos    t    0     1
                                      2      2 

                        atau
                                   t      0    = 0, - , atau +.
                                  2      2

                                Sekarang kita akan menentukan frekuensi pelayangan, yaitu berapa

                        kali suara pelayangan yangterdengar selama satu detik. Misalkan amplitudo
                        maksimum terjadi saat t1 yang memenuhi




                                                           620
   627   628   629   630   631   632   633   634   635   636   637