Page 74 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 74

Ban 1 Elektrostatika






                                                  


                                            2 - 



                           E x


                 2 - 






               Gambar  1.39  Kuat  medan  listrik  oleh  busur  cincin  yang  melebihi  setengah  lingkaran.  Sebagian  elemen

               mempunyai pasangan diameteris sehingga medan arah horizontal saling menidakan.

                                Pertanyaan  selanjutnya  adalah  ke  manakah  arah  medan  yang
                        dihasilkan? Jelas komponen sejajar sumbu meenjauhi cincin jika muatan
                        cincin positif dan mengarah ke cincin jika muatan cincin negatif. Komponen

                        yang  tegak  lurus  sumbu  mengambil  arah  berdasarkan  ukuran  cincin.
                        Dengan mengacu pada Gambar 1.39 dan mempertimbangkan sifat simetri
                        cincin  maka  arah  komponen  medan  horisontal  dari  tengah-tengah  busur

                        cincin mengarah ke pusat cincin. Jadi, bagaimana menulis arah komponen
                        medan horisontal sangat tergantung pada orientasi cincin.

                        Contoh 1.7
                                Dua  buah  setengah  lingkaran  diletakkan  berdekatan  dengan

                        orientasi seperti pada Gambar 1.40. Rapat muatan masing-masing setengah
                        lingkaran  tersebut  adalah  1  dan  2  dan  jari-jari  a1  dan  a2.  Kita  ingin
                        menentukan kuat medan pada jarak b dari pusat lingkaran.


                        Jawab
                                Pertama  mari  kita  hitung  kuat  medan  listrik  arah  y.  Pada  kedua
                        kasus tersebut kita dapatkan     =  .


                                        1    a  
                                 E           1  1  cos
                                  1y
                                              2
                                      4 o  (a  b 2 )  1
                                             1

                        Jika kita mengacu ke Gambar 1.40 maka jelas


                                                           62
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79