Page 844 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 844

Bab 11 Teori Relavitas Khusus


                        cahaya (u > c)? Nilai 1-u /c  menjadi negatif sehingga (1-u /c )         menjadi
                                                                                         2
                                                      2
                                                                                            2 1/2
                                                   2
                        tidak bermakna (imajiner). Dengan demikian, posisi maupun waktu menjadi
                        imajiner,  yang  jelas  bukan  merupakan  besaran  fisis.  Untuk  menghindari
                        keimajineran besaran-besaran fisis tersebut maka satu-satunya pemecahan
                        adalah  kecepatan  benda  tidak  boleh  melebihi  kecepatan  cahaya.  Atau

                        kecepatan  cehaya  merupakan  batas  tertinggi  dari  kecepatan  yang  boleh
                        dimiliki benda di alam semesta.
                                Tetapi  bagaimana  kalau  benda  bermassa  m  dikenai  gaya  F  terus
                        menerus?  Tentu  benda  tersebut  akan  memiliki  kecepatan  a  =  F/m  yang
                        menyebabkan  kecepatan  benda  makin  lama  makin  besar.  Dan  jika  lama

                        waktu gaya bekerja cukup besar bisa jadi pada akhirnya kecepatan benda
                        akan  melebihi  kecepatan  cahaya.  Nah,  bagaimana  dengan  batasan
                        kecepatan benda yang memiliki nilai maksimum sama dengan kecepatan

                        cahaya? Apakah pemberian batas tersebut tidak konsisten?
                                Untuk mengatasi ketidakkonsisten ini Einstein mengusulkan bahwa
                        sebanarnya massa benda tidak tetap, tetapi bergantung pada kecepatannya.
                        Makin  besar  masa  benda  maka  makin  besar  massanya  sehingga  dengan
                        pemberian gaya F percepatan benda makin kecil ketika laju benda makin

                        besar.  Jika  laju  benda  mendekati  laju  cahaya  maka  massa  benda  harus
                        mendekati  tak  berhingga  sehingga  percepatan  benda  mendekati  nol.
                        Akibatnya benda sulit lagi untuk dipercepat, atau laju benda hampir tidak

                        berubah  lagi.  Hubungan  antara  massa  dan  laju  benda  yang  memenuhi
                        persyaratan di atas adalah

                                       m
                                 m      o                                                 (11.30)
                                          u 2
                                      1
                                          c 2

                        dengan mo adalah massa benda dalam keadaan diam dan m massa benda

                        dalam keadaan bergerak
                                Einstein  menurunkan  persamaan  di  atas  dengan  menerapkan
                        hukum kekekalan momentum pada tumbukan dua benda yang massanya
                        sama.  Karena  momentum  merupakan  perkalian  massa  dan  kecepatan,
                        maka secara umum momentum benda memiliki bentuk


                                            m  u
                                 p   mu     o                                            (11.31)
                                               u 2
                                            1
                                               c 2
                                                           832
   839   840   841   842   843   844   845   846   847   848   849