Page 849 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 849

Bab 11 Teori Relavitas Khusus


                                Bukti lain kesetaraan massa dan energi adalah fenomena produksi
                        pasangan dan annihilasi. Dua buad sinar- dengan energi sangat tinggi yang

                        bertemu dapat berubah menjadi dua partikel dengan muatan berlawanan.
                        Contohnya dua buah sinar- dengan energi masing-masing di atas 531 MeV
                        dapat berubah menjadi satu elektron dan satu positron (Gambar 11.10 kiri).

                        Proses ini dinamakan produksi pasangan. Dua sinar- dengan energi jauh
                        lebih tinggi lagi dapat berubah menjadi proton dan antiproton. Pada proses
                        ini terjadi perubahan energi menjadi massa.
                                Sebaliknya,  positron  dan  elektron  yang  bertemu  dapat  musnah
                        menjadi  dua  buah  sinar-  (Gambar  11.10  kanan).  Proses  ini  disebut

                        annihilasi. Pada proses ini terjadi perubahan massa menjadi energi.
                                Bentuk  persamaan  energi  total  dapat  juga  dinyatakan  sebagai
                        berikut. Berdasarkan persamaan (11.31) kita dapat menulis


                                         m 2 u  2    m 2 c 4  u  2
                                                2
                                     2
                                 ( pc )   o  2  c   o  2    2                           (11.37)
                                         1  u      1  u    c
                                            c 2        c 2


                                                  m 2 c 4  u 2
                                                                   4
                                     2
                                 ( pc )   m o c  2   o  2    2    m 2 o c
                                                 1  u    c
                                                     c 2

                                   m 2 c 4  u 2  m 2 c 4    u    m 2 c 4
                                                              2
                                    o  2    2    o  2    1    2      o  2         (11.38)
                                  1  u    c    1  u       c    1  u
                                      c 2          c 2                c 2


                        Suku terakhir dalam persamaan (11.38) tidak lain daripada kuadrat energi
                        total. Jadi, dari persamaan (11.38) kita dapatkan


                                           2
                                 E   (pc )  m o c 2                                    (11.39)
                                  2

                        Contoh 11.8
                                Sebuah meson pi,  , memiliki massa mo = 2,4  10          -28  kg. Meson
                                                      0
                        tersebut bergerak dengan laju 2,4  10  m/s. Berapa energi kinetik meson
                                                                   8
                        tersebut? Bandingkan dengan energi kinetik yang dihitung dengan hukum
                        klasik.


                                                           837
   844   845   846   847   848   849   850   851   852   853   854