Page 233 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 233
F. Konsentrasi Larutan Jika dilakukan pencampuran maka berlaku
rumus:
Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat
terlarut dalam suatu larutan. M = V . M + V . M B
A
A
B
• Untuk larutan pekat g konsentrasi zat campuran V + V B
A
terlarutnya banyak, sedangkan konsentrasi
pelarutnya sedikit. Keterangan:
• Untuk larutan encer g konsentrasi zat V A : volume zat A
terlarutnya sedikit, sedangkan konsentrasi V B : volume zat B
pelarutnya banyak. M : molaritas zat A
A
M : molaritas zat B
B
a. Molaritas (M)
b. Molalitas (m)
Molaritas menyatakan jumlah mol zat
terlarut dalam setiap satu liter larutan. Molalitas menyatakan jumlah mol zat
terlarut dalam 1.000 gram pelarut.
mol zat terlarut n
M= = gr 1.000
liter larutan V m= x
Mr P
Jika volume larutan dinyatakan dalam Keterangan:
mililiter (ml) maka rumus molaritas dapat m : molalitas
dinyatakan dengan: gr : massa zat terlarut
P : massa zat pelarut
Mr : massa molekul relatif
1.000 m 1.000
M= n x atau M= x c. Fraksi Mol (x)
V Mr V
Fraksi mol suatu zat menunjukkan
Keterangan: perbandingan jumlah mol zat terlarut atau
M : molaritas zat pelarut dengan jumlah mol larutan.
n : mol Rumus:
V : volume pelarut (ml) n a n b
m : massa zat terlarut (gr) x= n+ n b atau x= n+ n b
a
b
a
a
Mr : massa molekul relatif (gr/mol)
Keterangan:
Jika dilakukan pengenceran larutan
maka berlaku, ”Mol zat terlarut sebelum n : mol zat yang terlarut
pengenceran sama dengan mol zat terlarut x a : fraksi mol zat terlarut
sesudah pengenceran”. x b : fraksi mol zat pelarut
Ingat!!! x + x = 1
n = n a b
1 2
V . M = V . M d. Persen Volume
1 1 2 2
Persen volume menyatakan jumlah liter zat
Keterangan: terlarut dalam 100 liter larutan.
V : Volume sebelum pengenceran
1
M : Molaritas sebelum pengenceran V1
1 %V = x 100%
V : Volume setelah pengenceran V+ V 2
1
2
M : Molaritas setelah pengenceran
2
232

