Page 235 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 235
Bab 2
Struktur Atom
& Sistem Periodik
A. Partikel Subatom lain, akibatnya atom kelebihan elektron
(bermuatan negatif) sehingga atom
Partikel Muatan Massa Letak bermuatan negatif.
Proton (p) +1 1 sma Dalam inti • Ion atom bermuatan positif (kation)
Elektron (e) –1 0 sma Luar inti Atom bermuatan positif terjadi ketika atom
Neutron (n) 0 1 sma Dalam inti melepas sejumlah elektronnya, akibatnya di
dalam atom jumlah proton (muatan positif)
Catatan: sma (Satuan Massa Atom) yang setara lebih banyak daripada jumlah elektron.
dengan 1,6 x 10-24 gr (massa atom hidrogen)
No Notasi Atom Jumlah Partikel
B. Notasi Atom suatu Unsur p = 7 ; e = 7
1 14 7 N n = 14 – 7 = 7
X = lambang unsur p = 26 ; e = 26
NM X NA = nomor atom = p 2 56 Fe n = 56 – 26 = 30
26
NA NM = nomor massa = p + n 56 3 + p = 26
n = NM – NA 26 Fe
3 Melepas 3 e = 26 – 3 = 23
Untuk unsur netral, jumlah proton (p) SAMA elektron n = 56 – 26 = 30
DENGAN jumlah elektron (e). Namun, 32 S 2 − p = 16
apabila atom mempunyai muatan ion maka 4 16 e = 16 + 2 = 18
jumlah elektron tergantung dari jumlah ion. Menerima 2 n = 32 – 16 = 16
elektron
• Apabila muatan ionnya POSITIF maka
jumlah elektronnya adalah jumlah proton D. Isotop, Isobar, Isoton,
DIKURANGI jumlah muatan ionnya. dan Isoelektron
• Apabila muatan ionnya NEGATIF maka
jumlah elektronnya adalah jumlah proton a. Isotop, yaitu atom-atom dengan nomor
DITAMBAH jumlah muatan ionnya. atom sama, namun nomor massanya
berbeda (jumlah proton sama, jumlah
C. Muatan Ion Atom neutron beda).
Contoh:
Atom yang mempunyai muatan listrik disebut 14 N dengan 15 N ; 15 O dengan 16 O
ion. Jenis muatan listrik ion ada dua, yaitu: 7 7 7 8
• Ion atom bermuatan negatif (anion) b. Isobar, yaitu atom-atom dengan nomor
Atom bermuatan negatif terjadi ketika atom berbeda, namun nomor massa sama
atom menerima elektron dari atom unsur
234

