Page 275 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 275
Bab 14
Sifat Koligatif Larutan
Sifat koligatif merupakan sifat fisik larutan yang • Jika zat terlarut nonvolatil ditambahkan ke
hanya bergantung pada konsentrasi (jumlah dalam pelarut murni maka akan menghalangi
partikel) zat terlarut, dan bukan pada jenisnya. molekul-molekul pelarut untuk menguap,
Sifat-sifat fisik, di antaranya: akibatnya tekanan uap dari larutan menurun.
1. Penurunan tekanan uap Tekanan uap pelarut murni = P°
2. Kenaikan titik didih Tekanan uap larutan = P
3. Penurunan titik beku o
4. Tekanan osmosis P > P
Selisih dari kedua nilai tersebut dinyatakan
A. Penurunan Tekanan Uap sebagai:
DP = P° – P
• Tekanan uap menunjukkan kecenderungan
suatu molekul untuk berubah menjadi fase DP = x . P°
zat
uap. ”Semakin besar tekanan uap dari suatu (x = fraksi mol zat terlarut)
larutan maka semakin mudah molekul dari zat
larutan tersebut berubah menjadi fase uap”. Semakin besar x terlarut maka semakin
zat
kecil P dan semakin besar DP.
• Setiap molekul dari suatu larutan memiliki
titik uap tertentu, dimana setiap molekul dari Semakin kecil x (atau semakin besar fraksi
zat
zat tersebut berubah menjadi molekul uap. pelarut) maka semakin besar P.
• Apabila ke dalam suatu larutan murni P = x . p° (x = fraksi pelarut)
dimasukkan suatu zat terlarut maka titik uap pel pel
suatu zat tersebut akan berubah.
• Zat terlarut dibedakan menjadi dua, yaitu: B. Kenaikan Titik Didih
1. Zat terlarut volatil, yaitu zat terlarut • Tekanan uap berkaitan dengan titik didih. Jika
yang mudah menguap. Zat terlarut tekanan uap semakin turun maka molekul
volatil memiliki gaya tarik-menarik sulit untuk menguap, atau dibutuhkan energi
antarmolekulnya lemah sehingga lebih tinggi untuk bisa menguap sehingga titik
mudah menguap. didihnya lebih tinggi.
2. Zat terlarut non-volatil, yaitu zat terlarut Jadi, penurunan tekanan uap menyebabkan
yang tidak mudah menguap. Gaya tarik- kenaikan titik didih.
menarik antarmolekulnya kuat sehingga Jika titik didih pelarut murni = T °, dan
sulit untuk menguap. b
titik didih larutan = T maka:
b
274

