Page 276 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 276

T   > T °                       lama-kelamaan konsentrasi keduanya sama.
                               b  b
                                                              Peristiwa ini disebut osmosis.
                   Selisih antara T  dan T ° disebut dengan DT ,   •   Untuk  menghentikan  proses  osmosis,
                               b
                                     b
                                                     b
                   dan nilainya bergantung pada kemolalan zat   dibutuhkan sebuah tekanan, yang disebut
                   terlarut.                                  dengan tekanan osmosis. Besarnya tekanan
                              DT  = T  – T °                  osmosis bergantung pada temperatur dan
                                b  b   b
                              DT  = K  × m                    kemolaran larutan.
                                b   b
                   K   = konstanta kenaikan titik didih                  p = M.R.T
                    b
                   Nilai K  hanya bergantung pada jenis pelarut.
                        b                                     p = tekanan osmosis (atm)
                                                              M = kemolaran larutan (mol L–1)
               C.  Penurunan Titik Beku                       R = tetapan gas = 0,082 L atm mol–1 K–1
                                                              T = temperatur (K)
               •   Penambahan zat terlarut nonvolatil juga
                   memengaruhi titk beku, yaitu menjadikan   •   Apabila  dua  larutan  memiliki  tekanan
                   titik beku semakin rendah.                 osmosis sama maka dikatakan dua larutan
                                                              tersebut disebut larutan isotonik
               •   Jika T ° adalah titik beku pelarut murni dan T   f     Namun, salah satu larutan memiliki tekanan
                       f
                   adalah titik beku larutan maka:
                                                              osmosis lebih tinggi maka larutan larutan
                                                              yang memiliki tekanan osmosis lebih tinggi
                              DT  = T ° – T f                 dikatakan bersifat hipertonik, sedangkan
                                f
                                   f
                                                              larutan  yang  tekanan  osmosisnya  lebih
                   Sebagaimana DT , nilai DT  juga bergantung   rendah, dikatakan hipotonik.
                                 f
                                        f
                   pada kemolalan zat terlarut.
                              DT  = K  × m                E.  Sifat Koligatif untuk
                                f  f
                                                              Larutan Elektrolit

               D.  Tekanan Osmosis                        •   Pada konsentrasi yang sama, larutan elektrolit
                                                              mempunyai jumlah partikel yang lebih besar
               •   Apa yang terjadi jika dua buah larutan dengan
                   konsentrasi yang berbeda ditempatkan       dibandingkan dengan larutan nonelektrolit.

                   dalam wadah yang dipisahkan dengan         Per bandingan antara harga sifat koligatif yang
                   membran semi-permeabel?                    terukur dari suatu larutan elektrolit dengan
                                                              larutan nonelektrolit disebut faktor Van’t
               •   Kedua  larutan  akan  cenderung  untuk     Hoff (i).
                   bercampur sehingga konsentrasi keduanya
                   menjadi sama. Namun, jika hanya molekul   •   Di dalam larutan elektrolit diperhitungkan
                   pelarut  yang  dapat  melewati  membran    jumlah ion (n) dan derajat ionisasi (a).
                   semipermeabel maka molekul pelarutlah   •   Hubungan derajat ionisasi (a) dengan harga
                   yang akan bergerak dari larutan dengan     (i) dapat dirumuskan sebagai berikut:
                   konsentrasi rendah (encer) menuju larutan
                   dengan konsentrasi tinggi (pekat). Aliran      α =  Jumlah zat mengion
                   pelarut tersebut mengencerkan larutan pekat        jumlah mula- mula
                   dan memekatkan larutan encer sehingga           i = 1 + (n – 1) a



                                                                                                275
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281