Page 273 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 273
• Semakin kecil ukuran partikel maka gerak b. Koloid Liofob
partikel koloid akan semakin cepat. • Yaitu, koloid yang partikel-partikel
b. Efek Tyndall terdispersinya tidak mampu menarik
• Merupakan peristiwa penghamburan medium pendispersinya.
cahaya oleh partikel-partikel koloid ke • Jika medium pendispersinya berupa air
segala arah. maka koloid liofob disebut koloid hidrofob.
• Contoh efek Tyndall yang terjadi di • Koloid liofob disebut juga sebagai
lingkungan dalam kehidupan sehari- koloid yang tidak suka air karena jika
hari, yaitu: medium pendespersinya air maka
1. Di daerah yang berdebu, cahaya permukaan partikel koloid tidak akan
kendaraan bermotor terlihat mengadsorbsinya.
berhamburan ke segala arah. Perbedaan hidrofil dan hidrofob:
2. Terjadinya penghamburan cahaya Sol Hidrofil Sol Hidrofob
proyektor pada gedung bioskop Efek Tyndall lemah Efek Tyndall lebih jelas
karena adanya debu di dalam gedung. Mengadsorbsi medium Tidak mengadsorbsi
3. Warna cahaya sinar matahari yang berupa air medium berupa air
akan terbenam tampak berwarna Visikositas koloid lebih besar Visikositas hampir sama
merah, hal ini terjadi karena cahaya daripada mediumnya
Mudah menggumpal
matahari mengalami difraksi oleh Tidak mudah digumpalkan dengan penambahan
dengan penambahan
partikel-partikel koloid di atmosfer. elektrolit elektrolit
c. Mempunyai Muatan Koloid Stabil Kurang stabil
Bagian permukaan koloid mempunyai Terdiri atas zat organik Zat anorganik
kemampuan untuk menarik atom-atom
(molekul/ion) sehingga menyebabkan permu- E. Pembuatan Koloid
kaan partikel koloid mempunyai muatan.
Kemampuan permukaan partikel koloid untuk a. Cara Kondensasi
menyerap molekul/ion disebut adsorbsi. Yaitu, pembuatan koloid dengan cara
penggabungan partikel-partikel larutan sejati
D. Koloid Liofil dan Liofob menjadi partikel yang lebih besar (partikel koloid).
Pembuatan koloid dengan cara kondensasi,
Koloid yang medium pendispersi cairan dapat misalnya dengan:
dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Reaksi redoks
a. Koloid Liofil Contoh: Pembuatan sol belerang
• Yaitu, koloid yang bagian permukaan Reaksi: 2H S + SO 2(aq) → 2H O + 3S
2 (g)
2
(l)
partikel terdispersinya mampu menarik 2. Hidrolisis (reaksi dengan air)
medium pendispersinya sebagai akibat Contoh: pembuatan sol Fe(OH) , yaitu ke
3
dari adanya gaya Van Der Waals atau dalam air mendidih dimasukkan larutan FeCI
3
ikatan hidrogen. maka akan terbentuk sol Fe(OH) .
3
• Jika medium pendispersinya berupa air Reaksi: FeCI + 3H O → Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl (aq)
2
(l)
2(g)
maka koloid liofil disebut koloid hidrofil.
3. Dekomposisi rangkap
• Koloid liofil merupakan koloid yang suka Contoh: Sol As S dibuat dengan
3
2
air karena jika medium pendispersinya mencampurkan larutan 3H AsO encer
air, permukaan partikel koloid akan dengan larutan H S encer. 2 3
2
mengadsorbsinya. Reaksi: 3H AsO + 3H S → As S + 6H O
272 2 3(aq) 2 (aq) 2 3(aq) (koloid) 2 (l)

