Page 338 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 338
B : amplitudo medan magnet (Tesla) Q : energi kalor radiasi (J)
m
c : kecepatan cahaya (3.10 m/s) t : waktu (s)
8
f : frekuensi (Hz) e : emisivitas radiasi (e = 1 untuk benda
λ : panjang gelombang (m) hitam sempurna) emisivitas adalah
kemampuan benda untuk me mancarkan
e. Pencampuran Warna Cahaya
energi (gelombang elektro magnetik)
Warna cahaya dapat kita bagi menjadi tiga, A : luas permukaan benda. (m )
2
yaitu WARNA PRIMER, SEKUNDER, dan σ : konstanta Stefan–Boltzman (5,67. 10
-8
KOMPLE MENTER. W/m .K )
2
4
1. Warna primer (dasar) T : suhu benda (K)
• Hijau
• Biru Laju Perpindahan Kalor Radiasi
• Merah Jika suatu benda bersuhu T memancarkan
1
2. Warna sekunder (pencampuran dua panas ke ruangan yang bersuhu T maka
2
warna primer) terjadi perpindahan kalor radiasi yang
• Hijau + Biru = Sian besarnya adalah:
• Biru + Merah = Magenta Q
⋅
T −
• Merah + Hijau = Kuning P = = eA ⋅σ ⋅ ( 1 4 T 2 4 )
t
3. Komplementer (pencampuran tiga warna Keterangan:
primer) T : suhu tinggi (K)
1
• Sian (hijau + biru) + Merah = Putih T : suhu rendah (K)
• Magenta (biru + merah) + Hijau = 2
Putih b. Hukum Pergeseran Wien:
• Kuning (merah + hijau) + Biru = Putih
“Jika suhu suatu benda yang memancar-
kan cahaya semakin tinggi maka panjang
Hijau
gelombang untuk intensitas maksimum
λ maks semakin kecil.”
Kuning Sian
Intensitas radiasi (W/m 2 ) 10 λ maks 2 T = 5.000 K
Putih 15 λ maks 1
1
Merah Magenta Biru T = 6.000 K
2
B. Radiasi Benda Hitam 5 λ maks 3 T = 4.000 K
3
a. Daya Radiasi Kalor 0
Daya radiasi yang dipancarkan benda
bersuhu T adalah: Pergeseran Wien. Spektrum benda hitam
untuk ber bagai suhu yang berbeda.
Q
⋅
P = = eA ⋅σ ⋅ T 4 Persamaan Wien dirumuskan dengan:
t
Keterangan: -3
P : daya radiasi kalor (W) λ maks ⋅ T = C = 2,898 x 10 mK
337

