Page 334 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 334
• Transformator harus menggunakan sumber • Persamaan trafo dirumuskan sebagai
arus listrik AC (arus bolak-balik) agar dapat berikut, yaitu:
terjadi perubahan garis-garis gaya magnet
di sekitarnya sehingga menghasilkan arus V P = N P dan N P = I S
listrik induksi. V S N S N S I P
• Fungsi utama transformator adalah
MENAIKKAN atau MENURUNKAN tegangan Keterangan:
listrik. V = tegangan primer (volt)
p
V = tegangan sekunder (volt)
s
• Terdapat dua jenis transformator (trafo), N = banyaknya lilitan primer
yaitu: p
N = banyaknya lilitan sekunder
s
1. Transformator step up, yaitu trafo yang I = kuat arus primer (ampere)
dapat MENAIKKAN TEGANGAN listrik. I p s = kuat arus sekunder (ampere)
Trafo step-up memiliki sifat-sifat sebagai
berikut: Efisiensi Transformator
• V > V g artinya, tegangan sekunder • Efisiensi trafo menunjukkan kemampuan
p
s
lebih besar daripada tegangan trafo untuk menghasilkan daya keluar yang
primernya. sama dengan daya masuk. Dirumuskan,
• N > N g artinya, jumlah lilitan sebagai berikut:
p
s
sekunder lebih banyak daripada
jumlah lilitan primernya. η = P s x100% dan P = V I
⋅
• I < I g artinya, arus primer lebih besar P p
s p
daripada arus sekundernya. Keterangan:
P = daya sekunder (daya output) (watt)
2. Transformator step down, yaitu jenis s
trafo yang dapat digunakan untuk P = daya primer (daya input) (watt)
p
MENURUNKAN TEGANGAN listrik. η = efisiensi trafo
V = tegangn trafo (volt)
Trafo step-down memiliki sifat-sifat i = kuat arus pada trafo (ampere)
berikut, yaitu:
• V < V g artinya, tegangan primer • Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
s
p
lebih besar daripada tegangan me ngurangi panas pada trafo sehingga
sekundernya. membuat efisiensinya mendekati 100%,
• N < N g artinya, jumlah lilitan yaitu:
s
p
primer lebih besar dari pada lilitan 1. Mengalirkan udara dingin pada trafo.
sekundernya. 2. Melapisi trafo dengan bahan pendingin.
3. Inti besi dibuat berbentuk lempengan.
• I > I g artinya, arus sekunder lebih
s p
besar daripada arus sekundernya.
333

