Page 125 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 125
2. Wasir
Wasir merupakan penyebab pembuluh vena rektum mekar. Pengobatan penyakit
wasir dapat dilakukan dengan obat-obat yang dijual bebas dari suntikan. Perkembang-
an terbaru dalam pengobatan penyakit ini adalah pembedahan dengan laser. Pada
prinsipnya, pembedahan ini sama dengan pembedahan biasa, hanya sarana pemotong-
nya menggunakan alat canggih, yaitu laser.
Selain pengobatan dengan pembedahan menggunakan laser, Dr.
Barlian Sutedjua, Sp.B juga memperkenalkan teknologi terbaru untuk
pengobatan wasir yaitu “Hemoroid Circular Sropler atau teknik longo.
Bentuk alat ini seperti senter, terdiri dari sebuah lingkaran dan sebuah
pendorong di belakangnya.
Sistem sirkulasi pada hewan dan manusia berperan pada peng-
angkutan dan peredaran berbagai bahan, antara lain zat-zat makanan,
oksigen, hormon, dan sisa-sisa metabolisme.
3. Penggolongan Darah
Adakalanya seseorang harus memperoleh transfusi darah karena darah yang
diberikan harus sesuai dengan golongan darah penderita karena darah manusia tidak
semuanya sama, Karl Landsteiner (1900) mengelompokkan darah ke dalam empat
golongan, yaitu A, B, AB, dan O. Pengelompokan ini didasarkan pada adanya dua
macam antigen atau aglutinogen, yaitu suatu senyawa karbohidrat dengan protein
pada permukaan eritrosit, kedua macam antigen itu adalah antigen A dan B.
Tokoh
Golongan Darah
Alasan mengapa sel-sel darah merah dapat pecah atau menggumpal
menjadi satu pada transfusi, diungkapkan oleh ilmuwan Austria,
Karl Landsteiner (1868-1943) dan kawan-kawannya. Pada beberapa
kasus, zat-zat kimia dalam plasma darah seseorang bereaksi dengan
zat-zat lainnya yang ada di permukaan sel-sel darah merah dari
darah orang lain. Pekerjaan di atas membawa ke arah penemuan
sistem golongan darah ABO pada awal tahun 1900-an, kemudian
sistem M, N, dan P di tahun 1927. Pada tahun 1940, sistem rhesus
pertama kali dikenal pada kera-kera rhesus. Landsteiner menerima
Sumber: Jendela IPTEK, hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran di tahun 1930.
2000
Kesalahan pada transfusi dapat menimbulkan akibat yang fatal karena di dalam
plasma darah resipien, yaitu orang yang menerima transfusi darah terbentuk aglutinin.
118 Bab 5 Sistem Peredaran Darah

