Page 124 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 124

Kebanyakan orang menganggap bahwa serangan jantung atau stroke adalah
                         serangan yang tiba-tiba. Padahal kedua penyakit ini merupakan efek final dari
                         kerusakan perlahan-lahan pada sistem peredaran darah. Pada jangka waktu yang
                         lama, gumpalan yang disebut plak mulai menggumpal dan menyempitkan pembuluh
                         darah, disebut juga dengan aterosklerosis.
                              Faktor yang menyebabkan aterosklerosis antara lain merokok, kegemukan,
                         makanan berlemak, kolesterol tinggi, dan kurang olah raga. Salah satu kolesterol,
                         yaitu LDL (Low Density Protein) menambah jumlah plak dalam pembuluh darah.
                         LDL berbeda dengan HDL yang menurunkan gumpalan kolesterol dalam pembuluh
                         darah.
                              Kenyataannya, hipertensi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
                         Hal ini menjadi suatu peringatan bagi penderita untuk kembali ke gaya hidup sehat.
                         Pada kebanyakan kasus lain, terjadi angina pultaris, yaitu perasaan sakit di dada
                         akibat arteri koroner yang tersumbat.
                              Rendahnya kadar hemoglobin atau disebut juga anemia merupakan salah satu
                         gangguan terhadap pengangkutan oksigen. Hal ini dapat disebabkan oleh kehilangan
                         banyak darah, misalnya karena pendarahan yang hebat, luka bakar, atau infeksi cacing
                         (misalnya cacing tambang); gangguan pembentukan darah, misalnya karena
                         kekurangan vitamin dan zat-zat makanan tertentu, atau dapat pula karena adanya
                         kerusakan pada sumsum tulang, dan penghancuran sel-sel darah merah yang terlalu
                         cepat dan banyak, misalnya karena penyakit malaria.
                              Sebenarnya, anemia adalah defisiensi sel darah merah atau kekurangan
                         hemoglobin. Hal ini mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah, atau jumlah
                         sel darah merah tetap normal tetapi jumlah hemoglobinnya subnormal. Karena
                         kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang, maka individu akan terlihat
                         pucat atau kurang tenaga.
                              Ada beberapa jenis anemia, antara lain berikut ini.
                         a)   Anemia hemoragi terjadi akibat kehilangan darah akut. Sumsum tulang secara
                              bertahap akan memproduksi sel darah merah baru untuk kembali ke kondisi normal.
                         b)   Anemia defisiensi zat besi terjadi akibat penurunan jenis makanan, penurunan
                              daya absorpsi, atau kehilangan zat besi secara berlebihan.
                         c)   Anemia aplastik akibat sumsum tulang tidak aktif ditandai dengan penurunan sel
                              darah merah secara besar-besaran. Hal ini dapat terjadi karena pajanan radiasi
                              yang berlebihan, keracunan zat kimia, atau kanker.
                         d)   Anemia pernicious karena tidak ada vitamin B12.
                         e)   Anemia sel sabit (sickle cel anemia) adalah penyakit keturunan dimana molekul
                              hemoglobin yang berbeda dari hemoglobin normalnya karena penggantian salah
                              satu asam amino pada rantai polipeptida beta. Akibatnya, sel darah merah ter-
                              distorsi menjadi berbentuk sabit dalam kondisi konsentrasi oksigen yang rendah.
                              Sel-sel terdistorsi ini menutup kapilar dan mengganggu aliran darah.


                     Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI                                          117
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129