Page 138 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 138
di dasar mulut. Menghasilkan ludah
yang mengandung air dan lendir
(seromukosa).
c) Kelenjar sublingualis, terletak di bagian
dasar bawah lidah, dan bermuara ke
dalam dasar mulut. Menghasilkan ludah
yang mengandung air dan lendir
(seromukosa).
Sumber: Atlas Histologi Manusia, 1989
Gambar 6.4 Satu kuncup kecap.
Ketiga kelenjar ini menghasilkan 1,5 liter air liur (saliva) per hari. Deras
aliran saliva dirangsang oleh adanya makanan dalam mulut, melihat makanan,
mencium bau, dan memikirkan makanan. Masing-masing kelenjar beratnya
kurang lebih 30 gram.
Apabila dari ketiga kelenjar tersebut salah satunya terkena infeksi maka
akan terjadi pembengkakan pada kelenjar tersebut, penyakitnya disebut
gondongan (parotitis).
Air liur (saliva) terdiri dari 99,5% air, mengandung musin (lendir dari
protein) dan enzim ptialin. Ptialin merupakan enzim amilase yang terdapat
pada rongga mulut. PH air liur untuk orang yang sehat, yaitu 6,5 – 6,8. Air
liur berfungsi untuk membasahi makanan, mencegah kekeringan di mulut,
mencernakan amilum oleh enzim ptialin, membunuh kuman oleh lisosom,
sebagai bufer, melancarkan faal pengecap, dan sebagai pelindung selaput
mulut dari panas, dingin, asam, dan basa.
3) Gigi (dentin)
Berdasarkan fungsinya gigi terbagi menjadi empat macam, yaitu gigi
seri (Incicivus = I) yang berfungsi untuk memotong makanan, gigi taring
(Caninus = C) yang berfungsi untuk merobek makanan, gigi geraham muka
(Premolar = PM), yang berfungsi untuk mengunyah, dan gigi geraham
belakang (Molar = M) yang juga berfungsi untuk mengunyah.
Manusia memiliki dua set gigi, yaitu gigi susu berjumlah 20 buah dan
gigi permanen berjumlah 32 buah. Semua gigi susu akan tanggal pada saat
berusia 6 – 12 tahun, kemudian digantikan oleh munculnya gigi permanen.
Berikut adalah rumus gigi susu pada manusia.
2 PM 1C 2I 2I 1C 2 PM
2 PM 1C 2I 2I 1C 2 PM
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 131

