Page 178 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 178
Nefron berukuran hampir mikroskopis. Pada pembesaran tertentu dapat kita
lihat bahwa nefron terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut.
1) Kapsul Bowman, berbentuk piala yang sebetulnya merupakan percabangan
tubulus, yang menyelimuti glomerulus. Bentuk kapsul memungkinkan penyaringan
filtrat dari glomerulusa ke tubulus semakin efektif.
2) Saluran nefron atau tubulus yang terdiri atas tubulus kontortus proksimal, lengkung
henle, dan tubulus kontortus distal.
3) Saluran pengumpul atau tubulus kolekta (pengumpul), merupakan muara dari
puluhan tubulus distal. Tubulus kolekta akan bermuara pada kaliks minor.
a. Mekanisme Terbentuknya Urin
Seperti yang telah anda ketahui bahwa zat sisa metabolisme yang dikeluarkan
ginjal adalah urin. Bagaimanakah terbentuknya urin? Proses pembentukan urin dalam
ginjal berlangsung melalui empat tahap, yaitu filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif,
dan sekresi. Istilah cuci darah oleh ginjal kiranya cukup tepat. Melalui ginjal, darah
yang membawa berbagai zat dan molekul yang masuk melalui pencernaan dan sisa
metabolisme sel akan disaring. Zat yang harus dibuang akan melaju ke tubula kolekta,
dan zat yang masih terpakai akan kembali ke dalam darah untuk beredar ke seluruh
tubuh.
1) Filtrasi
Setiap 5 menit, darah yang mengalir di dalam tubuh disaring dalam
glomerulus. Pembuluh darah di glomerulus yang sangat halus dan berpori
menyebabkan lolosnya cairan, sejumlah zat makanan, garam-garam, dan zat
lain yang tidak dibutuhkan. Hal ini terjadi dengan adanya bantuan dari tekanan
aliran darah di glomerulus. Di antara yang lolos dari pembuluh glomerulus, hampir
tidak ada protein karena molekulnya terlalu besar dibandingkan pori-pori
glomerulus. Filtrat yang keluar dari glomerulus mirip dengan susunan plasma
darah.
2) Absorpsi aktif dan absorpsi pasif
Filtrat dari glomerulus akan memasuki tubulus. Di tubulus inilah pembentukan
urin dimulai. Bagian pertama tubulus adalah tubulus kontorti proksimal. Di sini
sebagian besar filtrat yang memang masih mengandung zat makanan akan diserap
kembali. Tubulus kontorti proksimal memiliki permukaan yang penuh dengan
mikrovili, suatu lipatan-lipatan epitel untuk memperluas permukaan tubulus, agar
penyerapan dapat dilakukan lebih banyak dan cepat.
Adanya mikrovili menyebabkan luas tubulus menjadi ± 6 m . Mikrovili
2
melakukan absorpsi aktif terhadap semua glukosa dan ion-ion Na,Cl, Ca, K,
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 171

