Page 202 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 202
a. Reseptor Sentuhan
Tampak pada Gambar 9.6 reseptor sentuhan, yang disebut korpuskulus/badan
meisner, terletak di bagian bawah lapisan epidermis. Letak reseptor ini tidak sama
seperti yang ditemukan pada lidah atau ujung jari. Reseptor sentuhan dapat merasakan
rangsang berupa tekanan ringan pada kulit sehingga impuls yang disampaikan ke
otak akan diterjemahkan berupa pesan untuk membedakan rasa halus, kasar, lunak,
dan keras. Reseptor lain pada kulit, juga ditemukan pada pangkal rambut. Pesan
yang ditangkap oleh ujung saraf ini berupa pesan arah gerakan rambut yang disebabkan
tiupan angin atau akibat adanya sentuhan. Reseptor sentuhan tersebar tidak merata
pada kulit sehingga ada bagian yang sangat peka terhadap rangsang sentuhan, ada
pula bagian yang kurang begitu peka. Reseptor sentuhan banyak terdapat pada bagian
ujung jari tangan dan kaki, serta pada bagian telapak tangan dan kaki.
b. Reseptor Tekanan
Reseptor tekanan terdiri dari korpuskulus vater dan badan pacini. Reseptor
tekanan merupakan ujung saraf yang letaknya di sebelah bagian dalam kulit yang
disebut dermis. Ujung sel saraf reseptor ini hanya dapat terangsang apabila terjadi
tekanan dan getaran yang cukup kuat.
c. Reseptor Rasa Sakit
Reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan rasa sakit terdapat pada
lapisan epidermis dan dermis. Reseptor ini tersebar tidak merata pada bagian kulit
tubuh manusia sehingga ada bagian kulit yang kurang peka terhadap rasa sakit.
Reseptor ini sangat berguna untuk sistem pertahanan tubuh, karena dapat memberikan
pesan apabila terjadi rangsangan berupa rasa sakit yang merusak organ tubuh.
d. Reseptor Suhu
Pada kulit tubuh manusia juga ditemukan reseptor untuk menerima pesan berupa
rasa panas dan dingin. Reseptor ini disebut juga termoreseptor. Kemampuan
termoreseptor untuk menerima rangsang bersifat kualitatif sehingga anda tidak mungkin
membedakan secara pasti suhu yang dirasakan. Reseptor ini terdiri atas korspukulus
badan ruffini yang merasakan rasa panas dan ujung saraf krause yang merasakan
suhu dingin. Kemampuan cepat dan lambatnya reseptor juga sangat dipengaruhi ketika
menerima atau melepaskan panas. Suasana panas baru dapat dirasakan apabila
reseptor berpindah dari kondisi dingin, sedangkan suasana dingin baru dapat dirasakan
apabila baru berpindah dari kondisi yang panas.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 195

