Page 229 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 229
C. Proses Pembentukan Gamet
Berbeda seperti yang terjadi pada
tumbuhan, proses pembentukan gamet Jelajah Biologi
pada hewan tidak mengalami generasi
haploid dan diploid secara bergantian. Untuk lebih memahami materi mengenai
Fertilisasi atau bertemunya sel sistem reproduksi yang dibahas pada bab
kelamin jantan (spermatozoa) dengan sel ini, kunjungilah http://www.nush.nl/
kelamin betina (ovum) selalu didahului system/index.htm
oleh proses pembentukan gamet jantan
dan betina secara meiosis.
Seperti telah anda ketahui pada penjelasan sebelumnya, gamet jantan dibuat di
testis yang terdapat pada suatu kantung pelindung yang disebut skrotum. Proses
pembentukan gamet jantan ini lazim disebut spermatogenesis, sedangkan pada betina
pembentukan gamet, yaitu ovum terjadi di ovarium dan prosesnya disebut oogenesis.
Dari kedua proses pembentukan gamet tersebut hanya terdapat sedikit
perbedaan. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah pembentukan gamet berikut ini!
1. Pembentukan Gamet Jantan (Spermatogenesis)
Spermatogenesis baru dapat dimulai pada saat seseorang telah mencapai masa
pubernya (dewasa secara seksual) dan berlangsung secara terus-menerus seumur
hidup. Proses spermatogenesis ini berlangsung di dalam testis, yaitu di tubulus
semineferus. Sebenarnya, pada dinding tubulus seminiferus sudah terdapat bakal
spermatozoa yang disebut spermatogonia. Jumlah bakal sperma ini banyaknya ribuan.
Spermatogonia ini kemudian menjalani proses pembelahan sel secara mitosis untuk
membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer inilah yang mengalami proses
pembelahan sel secara meiosis. Pembelahan meiosis pertama dari spermatosit primer
menghasilkan dua spermatosit sekunder, dan setiap spermatosit sekunder akan
membelah lagi secara meiosis menghasilkan dua spermatid yang keadaan kromosomnya
berjumlah haploid.
Dari keseluruhan hasil proses pembelahan spermatogonia tersebut, dihasilkan
empat spermatid. Keempat spermatid yang terbentuk selanjutnya berkembang menjadi
sperma masak (spermatozoa) yang haploid. Sperma-sperma yang matang akan
bergerak menuju duktus epididimis.
Secara keseluruhan waktu yang dibutuhkan dalam proses pembentukan gamet
jantan (spermatogenesis), yaitu 65 sampai 75 hari. Untuk memperjelas penjelasan di
atas Anda dapat melihat Gambar 10.4.
Sebuah sperma terdiri atas bagian-bagian kepala, leher, bagian tengah, dan ekor.
Pada bagian kepala sperma yang tebal terdapat inti haploid dan terlindung oleh tudung
penutup yang disebut akrosom. Akrosom ini mengandung banyak enzim yang
membantu sperma untuk menembus sel telur pada saat proses fertilisasi terjadi.
222 Bab 10 Sistem Reproduksi Organisme

