Page 234 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 234
Pada saat kehamilan, terjadi beberapa peristiwa, antara lain perkembangan
embrio, pembentukan membran embrio, plasenta, dan tali pusar. Berikut akan
dijelaskan lebih rinci dari setiap peristiwa tersebut.
1. Perkembangan Embrio di Dalam Uterus
Perkembangan embrio dimulai pada saat telur berhasil dibuahi oleh sperma yang
membentuk zigot. Selanjutnya, zigot yang terbentuk akan digerakkan oleh silia yang
terdapat pada oviduk menuju uterus. Setelah mencapai waktu 24 jam, zigot akan
melakukan pergerakan pembelahan sel. Zigot dari oviduk menuju uterus,
membutuhkan waktu sekitar 3 - 5 hari.
Zigot satu sel telur yang telah dibuahi oleh sperma selanjutnya akan mengalami
pembelahan menjadi dua sel, empat sel, delapan sel, enam belas sel sehingga
membentuk satu kelompok sel baru yang berbentuk benda bundar menyerupai buah
murbai. Terbentuknya bundaran seperti buah murbai ini disebut stadium morula.
Morula ini menempatkan diri di bawah mukosa rahim dan dibatasi oleh suatu lapisan
yang disebut zona pelusida.
Pada perkembangan selanjutnya morula akan membentuk bola berongga yang
disebut blastosit. Akhirnya, blastosit mengalami diferensiasi menjadi 3 bagian, yaitu
menjadi tropoblas (sel-sel bagian yang terluar), embrioblas (sel-sel bagian dalam),
dan blastocoel (rongga berisi cairan). Perubahan morula menjadi blastosit disebut
juga proses blastulasi. Blastosit kemudian bergerak turun ke uterus dan menanamkan
diri di bagian endometrium. Proses tertanamnya blastosit pada endometrium ini disebut
implantasi. Implantasi terjadi disebabkan sel trofoblas mengeluarkan enzim
proteolitik.
cairan amnion
pembelahan mengelilingi bayi
dilanjutkan
pembelahan
dimulai
fertilisasi
indung sperma masuk
ke dalam telur
telur
dinding rahim
uterus serviks dan vagina
endometrium Sumber: Biology, 1999
Gambar 10.7 Proses fertilisasi dan perkembangan zigot setelah terjadi fertilisasi dan
implantasi zigot.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 227

