Page 113 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 113

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



               5.  Menghafal kosa kata bahasa Arab dan Inggris sebagai
                  kunci bahasa pembuka ilmu, setiap pagi sebelum ma-
                  suk untuk menyetor satu atau dua kata setiap pagi dan
                  sebelum mau pulang, ditunggu di pintu oleh masing-
                  masing guru.
               Kalau ini dilaksanakan, Insya Allah mutu pendidikan dan
            SDM di Indonesia menjadi unggul, tepenuhi kebutuhan kerja
            dengan baik, benar, serta memiliki generasi unggul. Hal ini
            terbukti dari beberapa siswa, mahasiswa yang memiliki hafa-
            lan Al-Qur’an cenderung memiliki prestasi yang lebih tinggi.
            Oleh karenanya, dengan kemampuan menghafal, akan men-
            dorong peningkatan kecerdasan siswa di berbagai mata pela-
            jaran, dan mendorong siswa cenderung untuk selalu belajar.
            Dan, Insya Allah dengan izin Allah Swt. lembaga pendidikan
            mampu memenuhi standar mutu pendidikan.
               Saat ini, otak anak-anak hanya digunakan digunakan
            2-10%, selebihnya hanya untuk kegiatan atau aktivitas yang
            kurang berguna. Sedangkan secara normatif, idealnya para
            pemimpin  pendidikan,  kepala  sekolah  atau manajer, harus
            selalu mengelola pendidikan sejak input, proses, sampai de-
            ngan output. Sebab, lembaga pendidikan adalah lembaga yang
            potensial, mulai dari sini SDM dibekali dan dibangun. Jika
            lembaga yang membangun salah sejak awal, maka SDM yang
            dihasilkan juga salah dan sulit untuk meluruskan, bagaikan
            meluruskan pohon. Jika pohon itu masih kecil, maka akan
            mudah meluruskan pohon atau membengkokkannya, tinggal
            kita mau diarahkan ke mana. Sebaliknya, jika pohon sudah
            besar, akan sulit untuk meluruskan atau membengkokkannya,
            bahkan jika salah, boleh jadi pohon tersebut akan patah dan
            melukai, atau membunuh kita sendiri.
               Itulah perumpamaan, begitu potensialnya anak didik, se-
            hingga harus dikelola dengan baik dan benar. Kondisi potensi


                                                                      111
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118