Page 191 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 191
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
kementerian pendidikan. Semua ini adalah bagian dari orga-
nisasi sekolah yang tak terpisahkan.
Sedangkan di madrasah, secara umum, organisasinya di-
bina oleh kementerian agama dan kementerian pendidikan,
dinas pendidikan, kementerian agama kab./kota, pengawas,
kepala Madrasah, guru, dan tenaga kependidikan (TU dan
tenaga lainnya), murid, komite, dan wali murid. Namun se-
cara khusus, organisasi di madrasah biasanya terdiri dari: pem-
bina (kepala kemenag.), pengawas (yang ditunjuk), komite
madrasah, kepala madrasah, wakil kepala madrasah (kuriku-
lum, kesiswaan, sarana-prasarana, humas), tata usaha (kepa-
la TU, bendahara, karyawan, satpam, dll), guru, bimbingan
penyuluhan, wali kelas, ketua kelas, dan kelas.
Praktik organisasi di madrasah, aturan, dan kebijakan
mengikuti undang-undang yang ditetapkan oleh pemerin-
tah, yang dijabarkan pelaksanaannya oleh kementerian agama
(Kemenag) dan kementerian pendidikan. Pengawasan dilaku-
kan oleh pengawas madrasah yang diangkat oleh Kemenag
yang bertugas memberikan pengawasan sebagai kepanjangan
Kemenag dan memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan pen-
didikan telah terlaksana dengan baik di bawah pimpinan ke-
pala madrasah. Kepala madrasah diberikan wewenang secara
hirarki mengelola madrasah, menggerakkan seluruh sumber
daya yang ada di madrasah, bagaimana menstimulasi Guru,
TU, dan siswa untuk bersama-sama mencapai tujuan dengan
efektif.
Begitu juga di sekolah, jika dikelompokkan sebagaima-
na madrasah, maka organisasi di sekolah, menurut Wahjo
Sumidjo (1999: 136) terdiri dari: kepala sekolah, kelompok
guru dan tenaga fungsional yang lain, kelompok tenaga ad-
ministrasi/staf, kelompok siswa/peserta didik, dan kelompok
orang tua siswa.
189

